Part 21~Problem With You

1.1K 139 90
                                    


Happy reading (ʃƪ^3^)
Janlup tinggalin jejak juga^^
.
.
.

Breaking news
CEO HJ Group, Kim Suho ditangkap atas tuduhan melakukan penggelapan dana perusahaan sebesar 2,3 Juta dolar. Kini tengah dilakukan penyelidikan terkait hal yang menyeret putra tunggal dari Kim Hae Jin tersebut.

Berita yang muncul beberapa jam lalu langsung menyebar cepat, secepat rintikan hujan deras sore ini. Menjadi sorotan dari berbagai media dan topik utama pembicaraan khalayak publik. Meskipun masih dipertanyakan perihal kebenaran berita itu, tapi hal ini sudah memunculkan banyak spekulasi buruk bagi Suho.

Di sebuah ruangan persegi tak terlalu luas yang berhias lampu temaram, Suho duduk berhadapan dengan seorang pria paruh baya, berkacamata. Tak ada perasaan gugup yang terpancar dari wajah Suho, bahkan tampak sangat tenang. Ia melirik jam tangan rolex yang dipakai. Sudah hampir satu setengah jam berlalu, tapi interogasinya belum juga usai.

Lelaki ini melipat kedua tangannya di depan dada seraya membuang napas panjang, "Detektif Choi Woo Sik yang terhormat, sampai kapan kau akan menahanku di sini? Sudah jelas bukan, aku tidak bersalah!" ujarnya penuh penekanan.

"Sampai kau mengakui kesalahanmu, Kim Suho-ssi. Lagipula tidak ada penjahat yang mengaku dirinya bersalah," balas Detektif Choi sinis.

"Kesalahan? Kau memintaku untuk mengakui hal yang jelas-jelas tidak pernah kulakukan?" Suho berdecih, memicing tajam ke arah detektif itu. "Hanya karena namaku tertera di kertas ini, kalian mengecapku sebagai tersangka? Tanpa mencari bukti lebih lanjut lagi?"

Suho menunjuk ke arah lembaran HVS di atas meja. Dalam hati, ia juga bingung kenapa file ilegal sang ayah bisa ada di tangan mereka, dan mengapa namanya ikut tercantum di situ? Bukan Kim Hae Jin, ayahnya.

Manipulasi.

Satu kata itu tiba-tiba saja terbersit dalam benaknya. Suho yakin ia dijebak. Entah siapa yang tega melakukan hal itu, tapi dirinya yakin ini ada sangkut pautnya dengan Hae Jin.

"Dibayar berapa kalian sama orang itu? Sepuluh juta? Seratus juta?"

Detektif Choi menautkan kedua alisnya, lantas bertanya, "Apa maksudmu?"

"Sekarang kau lihat! Nama-nama dalam daftar ini, hampir semuanya kolega bisnis ayahku. Tapi kenapa hanya aku yang duduk sendirian di sini?... Sangat tidak masuk akal."

"Oke, jika memang ingin mengurungku di jeruji besi, silahkan. Tapi... bawa Kim Hae Jin kemari terlebih dahulu!" lanjut Suho sarkastik dan itu mampu membuat si detektif terbungkam seketika.

Tangannya bergerak mengambil lembaran kertas itu, dan mengayunkannya di hadapan Detektif Choi. "Aku tak mahir masalah hukum, tapi diriku paham konsekuensi yang bakal diterima pejabat kepolisian terpandang di Korea Selatan, jika ketahuan memenjarakan seseorang dengan bukti palsu."

Suho tersenyum miring, penuh kemenangan. Terlebih saat melihat pria paruh baya itu gelagatnya sudah seperti seorang penjahat yang ketangkap basah. Atensinya bangkit dari duduknya, lalu mendekat ke arah Detektif Choi.

"Pantas saja negara ini sulit maju, karena ternyata dipenuhi dengan pejabat kotor seperti kalian." Suho meraih name tag di saku baju bagian kanan milik Detektif Choi lalu membacanya sambil mengeja. "Bekerja di ranah hukum, namun sama sekali tak paham hukum. Apa sebaiknya kita bertukar profesi?"

Sepertinya detektif ini mulai tersulut emosinya. Terbukti dengan sorot mata yang menukik tajam, dan kedua tangan mengepal erat di atas meja.

"Hari ini cukup. Penyelidikan akan dilanjutkan lain waktu," ujar Detektif Choi datar.

180 DAY'S || SURENE FAN-FICTION ||Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang