Part 23~Sincerity

1K 161 49
                                    


Plak

Tamparan keras itu terdengar nyaring, memenuhi ruangan yang memang tidak terlalu lebar. Atmosfer tegang mulai mendominasi, terlebih melihat tatapan elang dari pria paruh baya ini, Kim Hae Jin.

Tak ada yang berani bersuara. Chanyeol hanya menunduk takut-takut, sedangkan Suho masih tetap di posisinya, berdiri tegak di hadapan sang ayah seraya mengulum senyum miring. Menahan rasa perih karena tamparan tadi, dan mungkin sebentar lagi pipinya memerah.

"Keluarlah dari perusahaan!" tegas Hae Jin. Napasnya memburu naik turun, sangat jelas jika amarahnya tengah meluap-luap. "Anak macam apa yang berani menjatuhkan ayahnya sendiri, huh?!

"Ayah macam apa yang tega menuduh anaknya dan berniat mengurungnya di penjara?!" Suho membalas pernyataan itu dengan tak kalah sengitnya. "Haruskah Papa melakukan itu demi menutupi perbuatan busukmu?"

"Jangan kurang ajar kamu!" bentak Hae Jin lantang. "Angkat kaki dari perusahaanku. Kejar mimpi konyolmu itu, tapi jangan harap mendapat sepeserpun saham dariku!"

Suho berdecih, memicing tak suka ke arah Hae Jin. Seolah pria di hadapannya ini adalah musuh baginya. Aura kebencian terpancar jelas dari raut wajah tegasnya.

"Aku bahkan sama sekali tidak butuh hal itu Tuan Hae Jin." Suho melepaskan dasi yang melekat di leher dengan kasar. Melengos pergi dari hadapan ayahnya. Sebelumnya ia menghujankan tatapan sinis pada seorang laki-laki, yang tengah duduk manis di sofa.

Wang Jackson--lelaki itu menyeringai licik seraya melambaikan tangan--berhias tawa mengejek. Suho mengumpat dalam hati. Bergegas keluar ruangan. Ia sangat tidak tahan dengan lalat-lalat pengganggu itu.

"Suho Hyung!" panggil Chanyeol, membuat langkah Suho terhenti. "Maaf... aku tak bisa membantu banyak."

"Ini bukan salahmu Tuan Park." Suho tersenyum penuh keikhlasan. Tangannya menepuk-nepuk pundak lelaki jangkung itu. "Beginilah jahanamnya dunia bisnis. Tapi, kuharap kau tidak menjadi seperti mereka."

Chanyeol hanya bisa tertunduk terdiam. Ucapan dari Suho barusan seakan menjadi beban tersendiri bagi dirinya. Mau bagaimana lagi? Ini sudah terlanjur. Chanyeol, Jackson, dan juga Hae Jin. Istilah yang sangat tepat bagi mereka ialah tiga manusia laknat.

Drrt...drrt

Dering suara ponsel membuat Suho buru-buru merogoh saku kemeja lalu mengangkat panggilan itu.

"Halo?"

Tak tahu pasti itu panggilan dari siapa, yang jelas raut wajah Suho berubah tegang, panik.

Chanyeol yang menyadari akan hal itu, lantas bertanya, "Ada apa, Hyung?"

"Bukan apa-apa. Aku pergi dulu," pamit Suho terburu-buru, meninggalkan Chanyeol dengan rasa penasarannya.

☂☂☂

Suho berlarian di koridor rumah sakit. Setelah mendapat kabar dari ibunya, jika Irene jatuh pingsan. Ia segera menuju kemari. Begitu menemukan ruangan yang dicari, Suho pun segera masuk. Hatinya mencelos iba, melihat sosok perempuan yang kini terbaring lemas di atas brankar.

"Bagaimana keadaannya?" tanyanya pada Ye Won. Manik matanya masih menatap sendu ke pemilik wajah pucat itu.

"Dokter bilang, Irene hanya kelelahan. Ia terlalu banyak pikiran. Apa kalian sedang ada masalah?"

Suho menggeleng samar. "Tidak ada," bohongnya. Ia tidak mungkin mengatakan perihal perceraian itu pada ibunya, sekarang.

Wanita paruh baya ini cuma sekedar mengangguk dan tak lagi bertanya. Sebagai seorang wanita yang telah menjalani kehidupan pernikahan sekian tahun lamanya, tentu saja Ye Won paham akan situasi yang sebenarnya. Hubungan anak dan menantunya ini pasti sedang tidak baik-baik saja.

180 DAY'S || SURENE FAN-FICTION ||Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang