"Kita mau main apa? Dadu? Rolet?" tanya Yami.
Mendengar persetujuan dari mereka membuat sang Pendeta Agung berseru senang. "Pertarunagan... Battle Royale Kuil Bawah Air! Yeahh! Ye, ye, yeah!" Ia sekarang menarik dan mendorong kedua tangannya beberapa kali terlihat bahagia sekali.
Manik gelap milik Yui langsung menangkap pergerakan yang berbeda, pria tua itu membuka Grimoirenya, "Penyihir Kuil, keluarlah! Sihir Permainan: Temple Shuffle!"
Sihir itu bergerak, membuat beberapa pintu sihir yang membawa mereka masuk entah kemana. Diikuti dengan datangnya bebeberapa makhluk dengan jubah putih yang terpakai rapi ditubuh mereka. "Apa anda memanggil kami Pendeta Agung?"
"Akhirnya ada penyihir dari dunia luar yang berhasil masuk ke dalam Kuil Bawah Air!"
"Aku jadi sangat bersemangat"
"Tapi, mereka terlihat biasa aja."
Makhluk-makhluk itu dapat berbicara membuat Asta terkejut di tempatnya, "Ikannya bisa berbicara!"
"Makhluk apa kalian? Justru topeng-topeng kalian itu yang terlihat konyol!" teriak Magna.
"Baiklah, bagaimana kalau kita mulai saja?" tanya sang Pendeta Agung mebuat Asta dan Noelle terkejut. "baiklah. Game start!" muncul Air yang mengelilingi dua kubu itu dan membawa setiap orang ke tempat yang berbeda-beda.
"Ah, test es tes, apa kalian bisa mendengar suara ku? Kalian sudah terpencar ke berbagai wilayah di dalam kuil ini. Jadi mulai sekarang, kalian akan bertarung dengan sembilan lawan sembilan melawan para penyihir kuil.
Peraturannya sederhana. Jika kalian berhasil mengalahkan lawan maka kalian menang. Jika lawan kalian menyerah, kalian menang. Pemenang dalam permainan ini adalah tim yang berhasil mengalahkan semua anggota tim lawan ataupun tim yang memiliki anggota yang tersisa leboh banyak saaat permainan berakhir.
Kalian boleh bertarung dengan cara apa pun! Kalian boleh bertarung satu lawan satu atau pun melarikan diri. Kalian juga bisa mencari teman-teman kalian dan bertarung bersama-sama! akan tetapi, sihir pengganggu milikku akan ikut campur dalam permainan ini jadi berhati-hatilah! Hahahaha!"
Semua anggota Banteng Hitam memiliki reaksi yang berbeda-beda setiap mendengar peratuaran permainan ini. Mau tidak mau, siap tidak siap, mereka harus memenangkan permainan ini untuk menyelesaikan misi asli mereka.
Pendeta itu memberi tahu jika mereka menginginkan batu itu, mereka harus melawan penyihir kuil itu sembilan lawan sembilan.
"Siapapun yang berhasil menghabisi semua lawannya akan menang, atau tim dengan jumlah sisa terbanyak akan menang."
"Wah! Hebat! Pertarungan yang akan banyak menumpahkan darah, ya!" Seru Luck kegirangan.
Di sisi Noelle, ia kebingungan, "sembilan? Kami harus bersebelas... Ada hilang dua orang."
"Aku mengerti! Baiklah! Kemarilah!" Teriak Asta penuh semangat di tempatnya.
"Aneh ya... Aku tidak bisa merasakan sihir darimu. Sepertinya lawanku cuman pecundang."
Mendengar itu Asta mengeluarkan pedang anti sihirnya, "pecundang atau bukan, bagaimana kalau kita buktikan?"
Sedangkan disisi lain, di sinilah Yui, Yami dan kakek tua itu berada. Dengan layar yang menunjukan keadaan mereka semua serta banyak nya makanan didepannya.
"Baiklah bagaimana kalau kita menonton dari sini? Makanan dan minumannya sudah disiapkan semuanya." Pria berumur itu bahkan sudah mendudukan diri bersiap menonton pertunjukan.
"Hei, Tua bangka! Ikutkan aku dalam permainan juga, dong! Sudah semangat semangatnya malah dikecewakan!" ucap Yami dengan menatap datar pria didepannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Special | Black Clover
FanfictionTersandung dan jatuh disebuah masalah, yang membuatku belajar akan banyak hal. Rasa memiliki rekan, teman, sahabat, dan keluarga. Mengharuskan ku membuka rahasia yang sudah kusembunyikan rapat-rapat. Menguak beberapa kisah kelam dan kenangan yang me...
