"Akhirnya, malam ini bulan purnamanya akan muncul. Mana di perairan ini akan melemah, jadi kesempatan kita masuk ke Kuil Bawah Air hanya satu hari itu saja. Pastikan kalian sudah siap." Ujar Yami yang masih setia dengan rokok di tangannya itu.
Bulan bersinar sempurna menerangi malam, deruan ombak menabrak karang terdengar begitu jelas. Angin malam di tepi Pantai tidak membuat para manusia bergerumul itu mengurungkan niatnya kembali kehangatnya Kasur di penginapan. Ini adalah hai dimana mereka tunggu untuk bisa masuk ke tempat tujuan mereka yang sebenarnya.
"Yaaa! Tunggulah kami, Kuil Bawah Air!" Teriak Asta semangat dengan mengangkat tangan kanannya ke atas.
"Tunggulah kami, Ratu Sihir!" teriak Magna tak mau kalah.
"Tunggulah kami, makanan laut yang belum ku ketahui!" yang kecil Charmy pun bersemangat mengangkat kedua alat makannya tak lupa domba-domba dibelakang gadis itu bergerak senang.
"Apa mereka punya minuman langka yang belum pernah ku cicipi, ya?" siapa lagi jika bukan Vanessa, bahkan dia masih memegang dua botol wine kesukaanya.
"Orang-orang di sana sekuat apa, ya? Aku jadi tidak sabar! Ayo kita segera ke sana!" si maniak pertarungan pun sampai mengeluarkan kilatan petir di sekitar tangannya.
"Semakin cepat ke sana, semakin cepat untuk pulang sehingga aku bisa segera bertemu Marie." Pemuda bersurai coklat muda lusuh itu sepertinya memang tidak bisa berhenti memikirkan sang adik, lihat bahkan darah sudah mengalir dari hidungnya.
"Aku ingin cepat-cepat menggoda perempaun yang ada di sana!" ujar Finral dengan tersenyum penuh semangat.
Jangan lupakan makhluk besar itu, dia sudah Bersiap dengan pelampung kesayangannya.
Berkebalikan dengan yang lain, Yui dan Noelle. Wanita yang lebih tinggi itu tetap tenang seperti biasa. Wajahnya tak memperlihatkan jika ia bersemangat untuk menjalankan misi, ia hanya menghela napas kecil melihat anggota pasukannya. Sedangkan Noelle, gadis itu cukup gugup berdiri di tempatnya saat ini.
"Sepertinya persiapannya sudah oke." Final Yami melihat respon dari manusia-manusia di depannya itu.
"Noelle, kami mengandalkanmu." Kata Asta dengan menatap Noelle di sampingnya. "Ya...ya..." pandangan gadis itu tidak lepas dari Pantai yang ada di depannya.
"Apakah kamu gugup?"
"Ha...Hah?! A-A-Aku sama sekali tidak gugup! Kemarin juga lancar-lancar saja."
"Hahahaha. Aduh, kakunya kamu ini. Mau minum ini supaya bisa rileks?" Vanessa mendekat dengan menunjukkan botol wine itu.
"Kenapa malah kau tawari minuman dasar pemabuk?! Hidup kita sedang dipertaruhkan, lo!" ini Magna.
"Yah, kalau dia merasa tertekan, mungkin saja bisa berjalan lancar atau justru sebaliknya." Ucap Yami dengan menghembus asap rokonya, pria itu juga berjalan mendekat kearah gadis bersurai perak. "Noelle, santai saja."
"Tapi kalau sampai gagal, aku akan membunuhmu!" suasana berbubah seketika, Noelle terkejut melihat sang komandan seperti itu. "Tekananya nemar-benar kuat!" teriakan Asta itu membuat keadaan semakin menakutkan.
Yui memegang kepalanya tak habis pikir, kelakuan manusia-manusia di depannya itu tidak masuk akal sama sekali. Mereka malah memperunyam keadaan. Jari lentiknya itu terulur, namun terhenti menggantung di udara. Tinggal beberapa centi lagi tangan itu mendarat di bahu sang gadis bangsawan namun Yui mengurungkan niatnya, ia kembali menarik tangan itu.
Noelle menatap bergantian anggota pasukannya, "Baiklah, akaun ku mulai." Gadis itu berlari kecil maju di depan yang lainya dan membuka grimoire miliknya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Special | Black Clover
FanfictionTersandung dan jatuh disebuah masalah, yang membuatku belajar akan banyak hal. Rasa memiliki rekan, teman, sahabat, dan keluarga. Mengharuskan ku membuka rahasia yang sudah kusembunyikan rapat-rapat. Menguak beberapa kisah kelam dan kenangan yang me...
