Tapi boong, hayuk
Hai, aku up lebih cepat, menemani malming kalian semua.
Ayo, yang rindu sama mereka. Aku persiapin untuk kalian ke-uwu-an yang terjadi pada Dahmin di part ini.
Moga kalian suka ya
Happy Reading!!
Dahyun baru saja kembali dari rumah. Ia pulang sebentar untuk mengambil barang miliknya. Jimin memang belum diperbolehkan untuk pulang karena luka jahitannya. Mungkin sekitar tiga sampai empat hari pemuda itu bisa keluar dari rumah sakit.
Kakinya terus melangkah menatap sekitar lorong rumah sakit, sesekali tersenyum pada orang yang ia kenal karena terus berada di rumah sakit, hingga seorang anak kecil menabrak kakinya. Ia menunduk. Anak laki-laki itu tersenyum kepadanya.
"Kakak!"
"Oh, halo!" Dahyun berjongkok dihadapan anak tersebut, tersenyum dengan begitu cerahnya dan dibalas giggle dari si anak. "Apa yang kau lakukan berlari sampai disini? Dimana Ibumu?" Tanya Dahyun lembut. Si anak diam sebelum menunjuk kearah belakangnya. Tampak seorang wanita yang tengah kewalahan mengejarnya.
"Ya ampun Taekhyun, jangan lari seperti itu sayang, nanti kau jatuh. Astaga!"
Dahyun tersenyum dan menyapa Ibu dari anak tersebut. "Dia manis sekali!" Serunya gemas.
"Kakak!" Seru Taekhyun semangat. Sang Ibu mengangguk.
"Bilang apa sama Kakak?"
"Nama Kakak ciapa?" Tanyanya lugu. Dahyun sampai terkekeh geli karena gemas.
"Dahyun! Hei, kita punya nama belakang yang sama 'Hyun'!" Taekhyun tampak mengangguk dengan antusias.
"Baiklah, jangan nakal. Kasihan Ibumu lelah karena terus mengejarmu, mengerti?" Taekhyun kembali mengangguk. Tapi, Dahyun harus dibuat terkejut dengan Taekhyun yang tiba-tiba mencium pipinya. Bahkan sang Ibu melotot tidak percaya.
"Aduh, maaf ya. Taekhyun kadang suka seperti itu jika bertemu dengan orang baru, apalagi kalau lihat yang cantik!" Dahyun terkekeh mendengar lontaran Ibu Taekhyun dan menggeleng, mengisyaratkan bahwa ia tidak masalah dengan kejadian tadi.
"Masih kecil sudah genit, aduh aku tidak tahu bagaimana besarnya nanti?" Kelakar Dahyun. Ibu Taekhyun ikut terkekeh akan lontaran Dahyun. Sedangkan anak laki-laki itu hanya menatap dengan tatapan ingin tahu.
"Baiklah, kita harus pergi!" Ucap sang Ibu.
Taekhyun melambaikan tangannya menggunakan tangan yang tidak digandeng oleh sang Ibu. "Terima cacih, campai jumpa agi, Kakak!"
Dahyun membalas lambaian tersebut dengan senyum yang terus terpatri. Setelahnya ia berjalan menuju keruang inap Jimin. Membuka pintu dengan perlahan karena seingatnya Jimin masih tidur saat dirinya pergi. Tapi, begitu dirinya masuk, bangkar itu sudah kosong. Tidak ada Jimin yang berbaring di sana. Berulang kali memanggil Jimin, tapi pemuda itu tak kunjung menyahut.
"Jimin!" Panggilnya untuk yang terakhir kali. Dirinya sudah siap keluar dari ruang inap Jimin guna mencari Jimin, mungkin pemuda itu tengah jalan-jalan sendirian karena bosan di dalam kamar. Tapi, semuanya menjadi tidak berarti kala tiba-tiba seseorang menariknya. Dahyun sampai menahan napasnya kala mendapati Jimin berdiri dihadapannya, mengukung tubuhnya di tembok.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fall In Love [Dahmin Version]✔️
Fanfiction⚠️⛔ Mature Content, Romance, Family⛔⚠️ Jimin terjebak dalam dunia yang tak pernah ia ketahui. Di kejar layaknya buronan hingga ia dipertemukan dengan gadis yang mengatakan bahwa ia adalah si biang sial karena telah menggagalkan pertemuannya dengan s...
![Fall In Love [Dahmin Version]✔️](https://img.wattpad.com/cover/222590609-64-k389520.jpg)