⚠️⛔ Mature Content, Romance, Family⛔⚠️
Jimin terjebak dalam dunia yang tak pernah ia ketahui. Di kejar layaknya buronan hingga ia dipertemukan dengan gadis yang mengatakan bahwa ia adalah si biang sial karena telah menggagalkan pertemuannya dengan s...
Jimin baru saja bersiap untuk pergi ke perusahaan hari ini. Dengan pakaian yang simpel tapi formal membuat dirinya tampan pagi ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ia baru keluar dari kamar dan mendapat decakan kagum dari Dahyun. Hanya menunjukkan senyuman andalan yang sontak membuat gadis itu memasang wajah masam, mengejek setengah mati. Lantas berpura-pura muntah setelah melihat senyuman Jimin.
"Ck! Kau akan pergi kondangan seperti itu?" Ejeknya.
"Terserah kau saja, aku hanya memakai apa yang harus aku pakai. Kau tidak bersiap?"
"Setelah aku membuat sarapan untukmu dan aku akan berusaha secepat mungkin sebelum kau menghabiskan sarapanmu."
"Kau sudah makan? Tidak menungguku."
"Buat apa menunggumu, membuang waktu saja. Sudahlah, aku mau bersiap."
Dahyun berjalan melewati Jimin yang masih berdiri di tempatnya setelah mengibaskan tangannya, seakan mengusir Jimin. Jimin hanya menggelengkan kepalanya. Sikap Dahyun membuat Jimin sedikit pusing. Mungkin gadis itu tengah mendapat bulanannya, jadi sedikit menyebalkan. Lantas mendudukkan dirinya dan mulai menyantap sarapannya. Sudah bebarapa suap dan tinggal tiga suapan lagi, terdengar suara debuman pintu kemudian muncul Dahyun dengan pakaiannya pagi ini.
Tak berkedip adalah hal yang Jimin lakukan saat ini. Benar-benar takjub dengan gadis Kim tersebut. Ia tidak pernah menyangka jika Dahyun bisa merubah penampilannya menjadi seperti ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku tahu aku cantik, dan tolong jangan melihatku seperti itu."
Tersedak adalah kegiatan yang terjadi pada Jimin saat ini. Lalu meneguk segelas air untuk meredakan rasa sakit yang mengganggu tenggorokannya. Menghela napas lega lalu berdecak kemudian.
"Hey, percaya diri sekali kau ini. Kau akan keluar menggunakan pakaian seperti itu?"
"Tentu, apa ini salah?"
Jimin menggeleng. "Tidak, hanya saja kau jadi pendek menggunakan pakaian itu."