Dahyun membelalakkan matanya. Jadi.... Ia. Shit!
"Maaf, sepertinya kau salah orang nona."
"Astaga, kenapa aku begitu sial hari ini? Menyebalkan." Sarkasnya sambil menendang kerikil.
Rasanya Dahyun benar-benar ingin meledak. Tapi, ia urungkan ketika pria dengan nama Jimin ini tiba-tiba menepuk pundaknya.
"Tapi, nona.."
"Berhenti memanggilku nona, aku punya nama, mengerti?"
"Maaf, aku akan terbiasa nanti."
Dahyun mengangguk. Menghela napas. Bahunya mengendur, ia benar-benar lemas. Ia ingin pulang. Sungguh!
"Aku sudah mengatakan kau tidak bisa pulang untuk saat ini." Dahyun tersentak kala Jimin bisa membaca pikirannya, padahal itu masih di otak belum di mulut.
"Dengar, kau yang membuatku terlibat, jika bukan kau yang duduk sudah pasti aku bertemu dengan orang yang tepat." Dahyun meledak, tidak peduli dengan pria di hadapannya.
"Memangnya siapa yang kau temui?"
"Seseorang dari biro jodoh."
"Pfftt, kau percaya hal bodoh seperti itu." Jimin tampak meremehkan.
"Bodoh sebelum bertemu dirimu, tuan Jimin yang terhormat."
"Baiklah, kita kembali dan ambil mobilmu, nona."
"Ja....lupakan, kau bebas memanggilku apa."
Dahyun benar-benar pasrah ketika Jimin dengan terus-menerus memanggilnya nona. Berdebatpun akan percuma karena pria terus memanggilnya seperti itu. Sedangkan, Jimin hanya tersenyum miring. Sungguh, Dahyun seperti tidak menapak tanah, tubuhnya benar-benar lemas. Bahkan punggungnya sudah bersandar di dinding yang menjadi tempat persembunyian mereka.
"Ayo kita ambil mobilmu."
Dahyun hanya pasrah ketika tangannya kembali di tarik. Mereka kembali ke tempat tadi dan mengambil mobil Dahyun. Sampai sepersekon detik, orang yang tadi mengejar mereka kembali.
"ITU MEREKA."
"Sial, cepat masuk."
Mereka menjatuhkan diri ke dalam mobil. Jimin yang menyetir karena Dahyun sudah tidak kuat lagi. Tangannya sudah bergetar, bahkan hampir terdengar suara isakan. Jimin yang mengetahui itu, langsung meremat jemari Dahyun.
"Hey, tenanglah kau aman. Aku tidak akan membiarkan mereka menangkapmu, kau mengerti?"
Dahyun hanya menggangguk. Kemudian semuanya kembali normal. Dahyun sudah tidak lagi ketakutan seperti tadi.
"Tunggu, apa kau mulai menyukaiku?" Racaunya aneh. Bahkan Jimin sampai menoleh kesamping dan mengernyitkan alisnya.
"Apa?"
Jimin benar-benar tidak mengerti. Bukannya gadis ini tadi menangis, kenapa bisa merubah secepat itu.
"Ah, jadi kau jatuh cinta kepadaku, benarkah?" Dahyun sumringah kala mengucapkan hal itu, Jimin mendengus.
"Jangan konyol, kau bukan sandinganku, dilihat saja kau tidak se-level denganku."
"Cih! Sombong sekali. Baiklah, karena sepertinya ini akan menarik." Ucapnya lalu melipat lengannya, sesekali melirik kearah Jimin.
"Apa maksudmu?" Sungguh, Jimin tidak ingin membuat ini semakin rumit, membawa seseorang saja sudah rumit.
"Kita buat tantangan. Siapapun dari kita yang jatuh cinta dan mengakuinya, maka dia akan kalah. Bagaimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Fall In Love [Dahmin Version]✔️
Fanfic⚠️⛔ Mature Content, Romance, Family⛔⚠️ Jimin terjebak dalam dunia yang tak pernah ia ketahui. Di kejar layaknya buronan hingga ia dipertemukan dengan gadis yang mengatakan bahwa ia adalah si biang sial karena telah menggagalkan pertemuannya dengan s...
![Fall In Love [Dahmin Version]✔️](https://img.wattpad.com/cover/222590609-64-k389520.jpg)