Mahalnya Hidayah
Oleh: Endah Ayu Adisti
Hidup tak melulu tentang kompetisi
Mengejar kemenangan demi sebuah eksistensi
Melupakan relasi demi sebuah puji
Meninggikan ego, memudarkan rasa peduli
Tahta dan harta membutakan hati
Mematikan atma tuk saling berbagi
Memuja gelar penuh lihai
Hanyut dalam kesombongan yang membelai
Dunia menua seiring kebejatan manusia yang merajalela
Mulut yang lebih mematikan dari pedang yang tajam
Membunuh dengan perlahan jiwa-jiwa yang rapuh
Menyuguhkan kepedihan di hati yang ricuh
Semoga semesta 'tak jengah
Dengan tingkah polah yang semakin membuncah
Semoga Tuhan mengirim mahalnya hidayah
Agar umat manusia kembali terarah
Blora, 2 Agustus 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Labirin Intuisi
PoetryWelcome!! Pecinta puisi mari merapat. Gumpalan lara yang terpecah lewat kata. Harap yang tertuang dalam aksara. Serta cinta yang memainkan rasa. Semua bersatu dalam sebuah labirin intuisi.
