19 : Segala Sudut Pandang

98 28 19
                                        

'Jangan Melukai, Jika tak bisa mengobati'

-Mifkha Agnesta

19 : Segala Sudut Pandang

Uwa dan Rakha sedang berada di Danau yang menjadi tempat favorite Uwa dan Keluarga nya ketika piknik.

"Rakha! Sini!" Uwa menarik lengan Rakha untuk duduk di atas rerumputan dekat Danau.

"Senang banget kayanya?" Tanya Rakha gemas dengan tingkah Uwa yang tampak lebih bersemangat.

Tanpa melunturkan senyumnya Uwa menatap ke arah Danau.

"Ini tempat favorite gue"

"Iya tau"- batin Rakha

"Dulu gue sama Ayah selalu ke sini. Kita piknik bareng keluarga Gibran. Meski tanpa fitur Ibu-" Uwa menjeda ceritanya.

"Tapi makin hari gue merasa ayah berubah dan ternyata Ayah udah menenukan orang lain yang bisa gantiin ibu jadi istrinya. Gue makin kesepian... Hiks... Ayah juga kasar ke gue" Uwa menangis.

"Sstt. Udah. Jangan nangis, Ayah kamu pasti sayang sama kamu. Ingat ada ibu kamu yang bakal sedih kalo kamu nangis kaya gini" Rakha mengelus bahu Uwa menyalurkan ketenangan.

"Makasih" Ucap Uwa. Rakha menatap Uwa dengan satu alis terangkat.

"Buat apa?"

"Udah dengerin gue curhat" Rakha tersenyum geli.

"Aneh banget! Ngapain senyum gitu?!"

"Kamu yang aneh. Wajar kalo aku dengerin kamu curhat. Aku kan pacar mu" Tutur Rakha.

"Iya deh iya" Kata Uwa dengan nada kesal.

"Lah, ngambekan"

"Biarin" Uwa membuang muka ke arah samping.

"Ayo pulang!" Uwa beranjak dari tempatnya.

'Trrrtt'

Ponsel Rakha bergetar. Rakha mengambil pomselnya di kantong celananya. Uwa memerhatikan Rakha.

"Echa" Seperti tau apa yang ada di pikiran Uwa, Rakha menyebut nama si penelpon.

"Halo Cha?" Jawab Rakha dengan nada dingin nya.

"Rakha mau join sama kita gak? Kita lagi hangout nih" Rakha jadi eneg dengan mendengar suara Echa saja.

"Gak. Gue lagi pacaran. Udah jangan ganggu"

'Tut tut tut'

Rakha mematikan teleponnya secara sepihak.

"Lagi pacaran apa buat kesel pacar, hum?"

"Dua dua nya boleh?" Uwa mebghela nafas kesal.

"Yuk pulang" Rakha terkekeh melihat tingkah menggemaskan Uwa saat kesal.

~°~°~

Uwa mendoring pintu rumahnya. Gerakannya terhenti saat netranya bertubukan dengan netra sang Ayah.

"Dari mana?" Suara tegas milik Ayahnya membuatnya gugup.

"Assalamu'alaikum" Astaga! Uwa lupa jika di belakangnya masih ada si somplak Rakha.

"Wa'alaikumsalam" Jawab Guruh.

Memang gila! Rakha mendahului Uwa memasuki rumah dan menyalami Guruh.

Adik Kelas SomplakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang