07:Tradisi Sialan!

226 69 110
                                        

07:Tradisi Sialan!

Uwa menelisik isi kantin. Kenapa hari ini kantin penuh? Ia bingung harus duduk dimana? Atau ia makan di kelas saja ya?

"Wa!"Uwa menoleh ke kiri saat mendengar ada yang memanggilnya.

Itu adalah Violyn dan Mentari dua sahabat yang ia tinggalkan karena urusan OSIS. Uwa harus jujur jika OSIS sangat membuat nya terbebani oleh tangggung jawab yang ia emban. Mungkin tahun depan ia tak lagi akan ikut campur dalam kepengurusan OSIS.

"Hai!"Uwa menyapa kedua temannya itu. Violyn dan Mentari sama-sama tersenyum.

"Lo sekarang sibuk banget ya wa?"Violyn mengangguk membenarkan pernyataan dari Mentari. Uwa meringis. Ia merasa tak enak sekarang.

"Sorry guys. Kalo gue gak bisa sama kalian tiga hari terakhir ini"Uwa menunduk menatap piring yang ia pegang.

"Santai kali wa. Kita bukan mau nyinggung itu. Kita cuma nyesel kenapa gak ikut kepengurusan OSIS. Coba kalo kita ikut pasti bisa bolos tiga hari"Kata Violyn diikuti kekehan kecil dari Mentari.

"Udahan dulu temu kangennya. Gue mau duduk nih"Ucap Mentari. Uwa dan Violyn tertawa. Lalu Violyn mengedarkan pandangannya. Mencari meja kosong.

"Uwa gimana kalo join sama Gibran and the genk?"Tawar Violyn. Uwa menatap meja yang di tempati Gibran. Mau sih... Tapi ada Rakha!

"Ayolah wa. Biasanya juga mereka pada takut sama lo"Uwa berdecak. Ia menghela nafas.

"Ya udah. Ayo!"Mentari dan Violyn tersenyum. Mengikuti langkah Uwa.

Uwa sampai di meja Gibran. Seisi meja yang tadinya riuh berubah menjadi sunyi. Rakha masih tak menyadari kehadiran Uwa karena sibuk bermain Game di ponsel.

"Gue boleh join kan Bran?"Gibran tersenyum dan mengangguk. Uwa berdecak. Ia bisa mencium bau rokok. Pasti tadi mereka merokok di meja ini.

Rakha mendongak menatap gadis di depannya. Mulutnya sedikit terbuka. Bayu tertawa melihat ekspresi Rakha. Ia melemparkan kulit kacang ke wajah Rakha membuat Rakha tersadar.

"Eh Calon Pacar! Ngapain masih berdiri di situ? Ayo duduk"Uwa segera duduk di samping Gibran meskipun harus berhadapan dengan Rakha. Ia yakin pasti Rakha sudah tau kebohongannya tadi pagi.

"Calon... Lo kok pagi-pagi udah makan bakso sih? Itu gak baik buat perut lo"Rakha mengerlingkan matanya. Uwa menggeram ia ingin sekali mencolok mata genit Rakha itu.

"Ini masih kelas sepuluhkan? Kok berani banget sih sama kaka Kelas nya"Celetuk Mentari. Rakha tersenyum miring sambil menatap wajah Mentari.

"Gue Verakha Agrial. Yaps gue masih kelas Sepuluh. But,gak ada larangan buat naksir sama kakak kelas kan?"Uwa berdecak.

"Makan tuh jangan bicara! Bersyukur kita masih bisa makan. Harus nya kalian gak boleh debat depan makanan"Rakha mengangguk mengerti. Ia harus patuh kepada Uwa.

"Siaaaap Ibu Ketua!"Kata Gibran and the genk dengan kompaknya.

Mentari,Violyn,dan Uwa makan dengan tenang. Sedangkan makhluk lain nya sibuk berbincang. Mereka memang sudah selesai makan tapi masih enggan meninggalkan kantin. Rakha juga hanya diam memandangi Uwa.

"Kha! Si Eca yang primadona angkatan lo itu gimana orangnya? Asyik gak?"Tanya Bayu mencoba mengalihkan perhatian Rakha. Ia merasa kasihan kepada Rakha yang sudah pada tahap bucin akut dalam mencintai Uwa yang tampaknya cuek.

"Gak tau gue. Namanya aja gue baru dengar" Uwa meneguk Es Jeruk yang ia beli.

"Masa lo gak kenal? Padalahal dia piling aktif pas MPLS"Kata Uwa.

Adik Kelas SomplakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang