16 : Ketemu Rere?

133 31 26
                                        

16 : Ketemu Rere?

Rere turun dari motor Edo. Baru saja ia akan mengucapkan terimakasih pada sang abang tapi Edo sudah lebih dulu pergi meninggalkan pekarangan sekolahnya.

Rere tersenyum miris. Abangnya tak akan berubah. Tapi ia rindu Edo abangnya yang menyayanginya dengan sayang yang bisa ia rasa kehangatannya.

Rere berjalan di koridor yang entah menuju ke mana. Ia hanya berjalan lurus.

"Eh, itu siapa ya? Kok gue gak pernah liat dia?"

"Anak baru tuh kayanya"

"Cantik banget"

"Gak ih yang ada gue eneg liat mukanya cantikan juga gue"

Rere mendengarnya semua perkataan itu. Ia tetap berjalan dengan langkah pasti. Andai saja Rakha tidak membatalkan janjinya mungkin ia tak dibicarakan seperti ini.

Rakha! Rere dapat melihat jelas Rakha di sana. Ia sedang berdiri di lapangan basket. Sepertinya ia sedang gabut.

"RHAKA!" Rere berteriak karena jarak dari ia kini cukup jauh dari lapangan basket. Rakha menoleh menatap Rere.

Sampai di depan Rakha, Rere melipat tangannya di depan dada sambil ia memberengut.

"Kenapa ngingkarin janji?!" Tuding Rere. Rakha terkekeh melihat wajah kesal Rere.

"Sorry, gue tadi ada urusan yang lebih penting"

"Urusan apa?"

"Pacar" Ekspresi Rere terlihat makin kesal. Jadi sekarang ia sudah tidak jadi prioritas Rakha lagi? Apa-apaan pacar Rakha! Ia hanya orang baru tapi dapat menghancurkan hidup Rere yang walaupun sudah hancur sih.

"Rakha!" Manik mata Rere berpindah melirik orang yang baru memanggil Rakha. Seorang gadis berompi OSIS dengan tatapan tajam tengah menatap Rakha.

"Apaan?" Tanya Rakha pada gadis yang tak lain adalah Uwa.

"Udah bel. Hukuman yang dikasih buk Ratih udah kelar. Sekarang udah boleh istirahat" Uwa berpindah menatap gadis yang berada di depan Rakha. Ia meneliti dari atas hingga bawah.

"Lo... Anak baru?" Gadis itu mengangguk.

"Dia Rere wa. Sahabat aku. Rere kenalin ini Uwa pacar aku" Rakha memperkenalkan mereka.

"Oh. Ini pacar lo" Rere menatap rendah pada Uwa.

"Kok canggung gini sih? Ya udah yuk Wa kamu pasti mau ke kantin kan? Yuk aku temanin" Rakha merangkul Uwa hendak pergi. Tunggu. Rere mencengkal tangan Rakha agar tak pergi.

"Anterin dulu ke ruang kepsek" Rengek Rere. Uwa memutar bola matanya malas. Ini udah SMA lho! Gak perlu dianterin juga pasti bisa cari sendiri. Manja banget! Uwa kan kesal!

"Ya udah yuk sekalian aja" Uwa berdecak kesal. Dasar Rere Parasit!

•_______•

"Raja geser. Princess gue mau duduk" Rakha mengusir Raja dari bangku itu.

"Makasih" Kaga Uwa tersenyum pada teman-teman Rakha.

"Hadeuh! Terbang nih gue di senyumin bidadari" Bayu tampak heboh sendiri. Rakha langsung menangkup wajah Uwa agar menatapnya.

"Apoan seh?"Uwa bertanya tak jelas karena kedua pipinya di tangkup Rakha.

"Jangan senyumin cowok lain. Gue gak suka" Uwa menepis tangan Rakha kasar.

"Lebay!" Ujar Uwa.

Adik Kelas SomplakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang