08:Uwa Bimbang?
"Pagi kak Uwa!"Orang yang dipanggil tak menyahut. Ia menatap sebentar lalu kembali melangkah. Rakha dengan cepat menghalangi jalan Uwa.
"Apa lagi?"Tanya Uwa dengan nada sinis.
"Lihat nih! Baju gue berantakan. Gue juga gak pake dasi cuma gue kalungin dasinya"Kata Rakha. Uwa menghela nafas.
"Gue gak piket hari ini"Uwa kembali melangkah tapi lagi-lagi Rakha menghalangi langkahnya.
"Jauh-jauh dari gue!"Sentak Uwa yang merupakan senior tergalak.
"Gak mau"Kata Rakha di depannya dengan kekehan khasnya.
"Gila ya? Lo itu masih adik kelas gue jangan banyak tingkah deh"Cowok itu tersenyum membuat siswi yang menyaksikannya memekik tapi Uwa tak memberikan ekspresi apa pun. Ia datar.
"Gimana ya kak? Terlanjur sayang gue nya"
'Plak'
Entah itu spontan atau di sengaja senior itu malah menampar cowok di depannya. Melihat cowok itu masih mematung di tempatnya Uwa pun memanfaatkannya untuk kabur.
Rakha meringis pelan sambil mengusap pipinya.
"KAK! TANGGUNG JAWAB LAH! PIPI GUE MERAH NIH!"Rakha dengan tak tau malunya malah berteriak di koridor. Uwa sangat malu sekarang. Haruskah ia menenggelamkan Rakha di lautan agar ia tak malu-maluin?!
•___•
"Kenapa tuh si Rakha senyam senyum?"Tanya Ragil yang merupakan salah satu teman Rakha di kelas. Ivan yang ditanyai Ragil menggeleng.
"Tau tuh. Kesambet kali"Rakha detang menghampiri mereka. Ia mengembangkan senyumnya.
"Bahagia banget Kha? Baru menang taruhan ya lo?"Rakha terkekeh.
"Baru digampar gue"Ivan dan Ragil sama-sama mendelik. Dasar aneh. Baru digampar kok bahagia?
"Kamu di tampar siapa?"Mereka menoleh menatap bangku di samping Ivan. Orang yang bertanya adalah Eca. Ya Rakha dan Eca mendapatkan kelas yang sama. Ragil,Ivan dan Eca memang teman dekat sejak SMP jadi tak heran Eca berbaur dengan kedua laki-laki itu.
"Calon jodoh gue. Lo tau gak rasanya gimana?"
"Gimana? Perih? Panas?"Tebak Eca. Rakha menggeleng.
"Rasanya gue bahagia banget. Bisa di sentuh sama Calon pacar. Apa lagi tangannya halus banget. Aduuuh gak tahan gue. Rasanya pengen gue karungin"Ivan dan Ragil sama-sama menggeleng.
"Gak waras nih orang. Ditampar malah bahagia"Ujar Ivan.
"Kalian sih mana ngerti. Yang ngerasainkan gue. Rakjel mana tau!"Ragil memutar bola matanya malas.
"Sebahagia Bucin ajalah"
"Kamu kenapa suka sama Kak Uwa? Dia kan kakak kelas kita. Gak wajar tau Kha"Rakha menatap sinis Eca. Apa hak Eca mengatur nya?
"Bukan urusan lo!"Rakha lalu meninggalkan meja Ragil. Ia berjalan ke meja nya di pojok.
"Baperan lo Kha!"Kata Ragil. Rakha tak menggubris. Eca menunduk.
"Udah Ca gak usah sedih. Rakha mah emang gitu. Palingan juga bentar marahnya"Kata Ivan menghibur Eca.
"Aku pasti nyakitin Hatinya Van"Ivan mendengus. Eca sejak dulu selalu saja ingin terlihat paling baik. Ivan dan Ragil tau betul dengan sifat gadis itu.
•___•
"Mentari... Dasi lo mana?"Tanya Uwa sambil meletakkan tasnya di atas meja. Mentari menyengir lebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adik Kelas Somplak
Teen FictionAyo mampir di Story ku siapa tau aja suka:) "Jauh-jauh dari gue!"Sentak Cewek yang merupakan senior tergalak. "Gak mau"Kata Cowok di depannya dengan kekehan khasnya. "Gila ya? Lo itu masih adik kelas gue jangan banyak tingkah deh"Cowok itu tersenyum...
