Silahkan pencet tombol bintang ⭐ sebelum membaca!
27 : Hanya Sendiri
"Vio. Mentari. Kalian duluan aja ya? Gue mau ke nyuci muka dulu" Kata Uwa sambil merapikan seragamnya. Ia baru keluar dari bilik toilet.
"Oke. Gak mau kita tungguin aja?" Taya Violyn. Uwa menggeleng.
"Gak usah" Violyn dan Mentari mengangguk lalu pergi dari toilet. Uwa meletakkan tas berisi pakaian olahraga di samping washtafel.
Uwa yang baru selesai dari kelas Olahraganya mencuci mukanya setelah mengganti pakaian Olahraganya dengan seragam tentunya.
"Ck. Ada hama nih" Uwa menatap cermin di depannya melihat pantulan yang ada di cermin. Melihat orang yang berbicara Uwa hanya diam.
"Bisu lo! Gak bisa nyahut?" Sinis wanita di samping Uwa.
"Lo ngomong sama gue?" Uwa menunjuk dirinya sendiri sambil bertanya dengan santai.
"Bangsat! Jangan pura-pura dongo lo!" Uwa tersenyum miring.
"Gak salah nih? Lo beneran Rere si softgirl? Kok ngeluarin kata kasar sih? Yang mana nih muka asli lo?" Rere mengepalkan tangannya. Mengambil ancang-ancang akan menampar wajah Uwa.
"Sialan lo?!"
'Plak'
Tamparan keras itu membuat wajah yang ditampar menoleh ke samping serta dengan pipi yang memerah.
"Banyak bacot lo"
"UWA!" Uwa menoleh ke samping melihat ke arah pintu toilet.
Rakha dengan langkah lebar menuju tempat Uwa. Uwa tetap dengan ekspresi datarnya.
"Lo gak apa-apa Re?" Tanya Rakha dengan raut wajah khawatir. Tangan Rakha terulur untuk menyentuh pipi Rere yang baru ditampar Uwa. Uwa menahan nafasnya untuk beberapa detik. Kenapa terasa semenyakitkan ini melihat Rakha lebih mengkhawatirkan Uwa?
"Lo kenapa nampar Rere?" Uwa tak percaya dengan apa yang didengar. Rakha memanggilnya dengan kosakata lo-gue.
"Emang kenapa? Lo perhatian banget sama dia? Sekalian aja kalian pacaran biar cepat selesai kisah alay kalian" Uwa menguatkan dirinya agar tidak lemah.
"Lo tuh kenapa sih?! Gue sekarang gak ngerti lagi sama lo! Lo marah karena gue nerima minum dari Rere? Lo mending nampar gue jangan dia" Gak ada gunanya juga Uwa menjelaskan pada Rakha apa yang terjadi karena Rakha akan lebih percaya dari apa yang ia lihat.
"Ck. Sampah. Gak guna bicara sama lo" Uwa melangkahkan kakinya meninggalkan Rakha dan Rere. Tak lupa dengan membawa tas pakaiannya. Uwa berusaha agar tak menundukkan kepalanya atau air mata nya akan terjatuh. Uwa harus kuat! Setidaknya sampai punggungnya tak terlihat lagi dari pandangan Rakha.
'Brukh'
Pecah sudah tangis Uwa bersama dengan bahu yang baru ditabrak. Cowok yang baru saja menabrak Uwa menjadi panik melihat mata Uwa yang berair tapi tidak terisak.
"Eh sorry, sakit ya? Ayo gue bawa ke UKS" Uwa menggeleng ini bukan sakit fisik. Hanya sakit karena rasa kecewa.
"Ngomong. Gue panik nih kalo lo cuma geleng-geleng" Uwa menghapus air matanya. Lalu mendongak menatap pria di depannya yang lebih tinggi darinya.
"Gue gak apa. Makasih udah khawatir. Gue duluan Kak Farres" Farres menyerngit tapi tak ayal ia mengangguk memberikan Uwa jalan.
"Kenapa sih?" Tanya Farres melihat keanehan pada Uwa. Lalu ia menghedikkan bahunya acuh. Bukan urusan dia juga. Ia lalu melanjutkan langkahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adik Kelas Somplak
Ficção AdolescenteAyo mampir di Story ku siapa tau aja suka:) "Jauh-jauh dari gue!"Sentak Cewek yang merupakan senior tergalak. "Gak mau"Kata Cowok di depannya dengan kekehan khasnya. "Gila ya? Lo itu masih adik kelas gue jangan banyak tingkah deh"Cowok itu tersenyum...
