23 : Cewek Asing

86 23 16
                                        

23 : Cewek Asing

"Makasih ya" Ucap Uwa yang sudah keluar dari mobil Rakha. Ya Rakha baru saja mengantar Uwa pulang sekolah.

"Itu emang tugas aku sebagai pacar. Gak perlu bilang makasih" Rakha tersenyum menambah kesan tampan di wajah nya.

"Khem!" Mereka serentak menoleh ke asal suara. Oh. Astaga! Uwa lupa jika Edo akan menjemput sepeda motornya sore ini. Uwa meringis pelan. Pasti Edo sudah lama menunggu.

"Ngapain lo disini?" Tersirat nada tak suka pada kata yang di ucapkan oleh Rakha.

"Ambil motor gue. Lo kalo pulang jam segini bilang. Gue jadi lumutan nungguin lo. Di hubungin juga gak respon" Rungut Edo.

"Sorry. Gue lupa" Uwa menggaruk tekuknya yang tak gatal.

"Besok lo anterin Rere ya bang. Gue juga punya urusan kali"

"Gak peduli gue sama tu cewek. Kalo lo gak mau ya udah cuekin aja" Uwa meringis mendengar nada dingin yang di ucapkan Edo.

"Ya udah. Yuk ikut gue ke garasi. Motor lo di sana" Edo mengangguk.

"Aku ikut" Kata Rakha membututi Uwa.

~°~°~°~

"Rakha kamu gak pulang?" Rakha mendengus.

"Aku di usir nih?"

"Iya. Lagian kamu ngapain masih disini? Ini udah tiga jam kamu di rumah aku" Uwa tak habis pikir dengan Rakha. Setelah Edo pergi Rakha masih berada di rumahnya. Awalnya dengan alasan lapar. Setelah makan juga belum pulang.

"Masa gak boleh diam di rumah pacar" rungut Rakha. Ia masih enggan pergi.

"Iya boleh. Tapi gak selama ini juga. Nanti kalo ada fitnah gimana?!"

"Paling kita di nikahin" Kata Rakha enteng.

"Aku gak mau ya nikah sama kamu!"

"Pulang sana!" Rakha menarik lengan Rakha yang sedang duduk di sofa.

Rakha sudah seperti bebek yang bibirnya panjang karena kesal. "Iya iya"

Rakha berdiri dengan baik lalu mangambil tasnya.

"Aku pulang. Jangan selingkuh!" Rakha melotot. Uwa berdeham malas. Lagian siapa juga yang mau selingkuh jika punya pacar tampan dan kaya seperti Rakha? Walaupun Uwa gede gengsi tapi ia tak menampik jika hidup itu emang perlu realistic.

Uwa berjalan mengantar Rakha sampai di ambang pintu.

"Jangan ngebut!" Rakha mengangkat jempolnya.

"Siap"

~°~°~

Rakha sampai di rumahnya. Ia mengerutkan keningnya saat melihat ada mobil asing terparkir di kawasan rumahnya. Padahal ini sudah malam. Ya Rakha sampai di rumah dengan keadaan langit yang gelap.

"Assalamu'laikum" Rakha mengayunkan langkahnya memasuki rumahnya.

"Wa'alaikumsalam Abang. Sini duduk dulu" Rakha menurut. Ia menatap cewek asing yang ada di seberang sofa yang di dudukinya. Cewek itu diapit oleh pria dan wanita yang seusia Bunda Nya.

"Rakha udah  gede ya?" Kata Pria disampinngg  cewek itu. Wanita dewasa itu mengangguk.

"Bener. Mirip banget sama mendiang ayahnya" Kata wanita itu. Sedangkan cewek di hadapannya hanya tersenyum sendiri. Seperti orang aneh.

Adik Kelas SomplakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang