04:Misi FotBar

280 76 113
                                        

04:Misi FotBar

Rakha menyisir rambutnya walaupun masih keliatan berantakan. Ia sangat suka gaya yang tidak beraturan saat di sekolah. Entahlah. Mungkin itu merupakan kelainan. Tapi Rakha menyukai itu.

"Hai..."Sambil menunggu pujaan hati Rakha menyapa beberapa kakak kelas yang melewatinya dengan senyum menggoda.

Akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga. Sebenarnya ia berniat menjemput Uwa tapi ia tak tau rumah Uwa kemarin Uwa meminta menurunkannya di gerbang kompleks saja. Menyebalkan. Padahal ia harus menabrak Uwa. Tapi rencana nya gagal.

"Ngapain lo?!"Uwa sudah menggertaknya sebelum dia bersuara.

"Eh calon. Pagi-pagi tuh perbanyak senyum bukan malah nge-gas kaya gitu. Gak baik untuk kesehatan jantung"Tutur Rakha.

"Bodo amat!"

"Berangkat sama siapa,calon?"Rakha bertanya sambil menyamakan langkah kaki nya dengan Uwa.

"Bokap"Rakha manggut-manggut.

"Rapiin seragam lo. Bentar lagi kalian kumpul. Ingat hari ini kalian masih MPLS. Ngerti gak?"Uwa rasanya capek menghadapi satu orang ini. Sangat melelahkan.

"Dari tadi juga gue nungguin lo nyuruh. Mmm... Lo bisa gak nanti jadi mentor kelompok gue?"Alis Uwa terangkat sebelah.

"Kalo gue gak mau?"

"Aish... Lo kok makin bikin penasaran sih? Gue turutin deh permintaan lo. Apapun itu,gimana?"

"Termasuk gak ganggu hidup gue lagi?"Rakha mendesah pelan. Kenapa Uwa sepertinya sangat menutup diri pada orang baru?

"Kecuali itu tentunya. Yang lain deh"Uwa sama sekali tak tertarik dengan negosiasi yang di berikan Rakha. Tapi entah kenapa ia merasa ia harus memberikan Rakha peluang.

"Gue belum mikirin permintaan itu. Tapi untuk sekarang. Bisa lo lebih sopan ke gue? Manggilnya pake embel-embel kak meski umur lo lebih tua tapi kan di sekolah ini gue tetap kakak kelas lo"Itu berarti aturan yang di buat Uwa hanya berlaku di sekolah saja kan? Sepertinya tidak masalah.

"Oh oke kak"Uwa tersenyum. Senyum pertama yang ia berikan pada Rakha.

"Good"

•___•

Rakha tak hentinya tersenyum sambil membayangkan senyum yang di berikan Uwa padanya tadi pagi. Sungguh manis.

"Apa gue pelet aja ya?"Aduh makin ngawur nih orang.

"Apa yang lo kasih pelet?"Selidik Gio. Gio ini teman satu kelompoknya.

"Ikan lele. Kan makanannya pelet"Kurang ajar si Rakha. Masa Uwa dibilang ikan lele!

"Eh. Rakha lo suka ngerokok gk?"Tanya Dion yang juga teman sekelompoknya.

"Gak. Paling kalo stress aja gue rokok. Kenapa?"

"Gue sama Gio mau ngerokok nanti. Kira aja lo mau join"Rakha beroh ria. Dia tidak tertarik sama sekali. Walaupun ia nakal tapi ia harus menghindari rokok. Bukan karena takut mati tapi rokok itu gak berguna. Di beli pake duit abis itu di bakar. Sama aja kita ngebakar duit! Ck. Sebenarnya Rakha tak pernah sekalipun merokok tapi kalo dia jujur pasti dua setan itu akan gencar mengajaknya untuk merokok.

Ajaran bundanya selalu dia jadikan patokan. Baik itu dalam berteman atau bermasyarakat. Lahir dari keluarga yang bisa dibilang kaya tak membuat Rakha lupa diri.

Adik Kelas SomplakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang