18 : Mencoba Mengerti

148 33 22
                                        


Sebelum baca alangkah baiknya kalian memberikan votenya:)

18 : Mencoba Mengerti

Uwa dan keluarganya sedang makan malam di restoran. Jujur saja Uwa merasa canggung. Tak ada yang bersuara semuanya fokus pada makanannya masing-masing.

"Lo cantik" Uwa merinding mendengar bisikan tepat di telinganya. Suara itu berasal dari Bagas.

Uwa mencoba tak memedulikan bisikan Bagas. Ia tetap makan dengan mencoba setenang mungkin.

"Gimana nilai kamu?" Tanya Guruh memecahkan kesunyian.

"Biasa aja yah. Uwa emang gak jago di pelajan Kimia jadi ya paling cuma satu pelajaran itu yang bermasalah" Jawab Uwa.

"Mau Abang ajarin?"

"Bagas gak usah sok-sokan deh. Jadwal kamu kan numpuk jangan nambah beban deh" Gita dengan sengaja menekankan kata 'beban'.

"Cuma basa-basi ma" Gita memutarkan bola matanya malas.

"Basi banget!"

"Udah-udah. Kenapa gak minta ajarin sama Kevin saja. Kan dia pintar. Kamu masih pacaran sama dia kan?" Tanya Guruh. Ya. Seingat Guruh Uwa terakhir berpacaran dengan Kevin Ketua OSIS SMA.

"Gak yah Uwa udah lama putus sama Kevin kita kan beda agama. Tapi kalo buat belajar sama bisa kok"

"Bagus. Jangan banyak buang waktu buat pacaran! Kamu itu masih sekolah" Uwa menatap jengah pada Bagas yang ikut campur. Lagian kan Uwa emang gak sama Kevin tapi masih pacaran sama Rakha.

"Hmm" Balas Uwa.

"Benar. Ayah akan selalu mendukung kamu kalo masih dalam lingkup baik" Uwa tersenyum tulus pada Guruh.

"Iya Yah. Uwa tau kok"

•_____•

Keesokan harinya. Rakha sudah ada di depan  rumah Uwa. Ia tak mau kecolongan lagi.

"Siapa lo?" Rakha menoleh saat mendengar suara dari arah samping. Itu bukan Alvin! Siapa lagi ini! Kenapa sih hidup Uwa di penuhi oleh para lelaki?! Membuat jengkel saja!

"Gu-"

"Eh Bang Bagas. Ada perlu apa?" Ucapan Rakha terpotong oleh Uwa yang baru saja keluar dari pekarangan rumahnya.

"Iya. Tadi gue di suruh bokap buat jemput lo" Rakha meneliti gerak-gerik cowok yang dipanggil 'Bagas' itu.

"Gak apa Bang. Uwa bareng temen aja sekalian ada yang harus dibahas juga" Tolong maafkan Uwa yang harus berbohong agar tak terjadi drama di antara Bagas dan Rakha. Bagas beralih menatap Rakha.

"Oh ini temen lo? Temen apaan?" Rakha hendak menjawab tapi langsung dipotong oleh Uwa.

"Kita temen satu organisasi Bang. Ya udah Uwa berangkat dulu. Ayo Kha!" Uwa menarik Rakha menuju mobil lelaki itu. Rakha hanya menurut. Bingung kenapa Uwa mengaku jika mereka hanya teman.

Setelah mobil yang Rakha kendarai bergerak menjauhi rumah Uwa barulah Rakha bersuara.

"Dia siapa?" Uwa menghela nafas sebentar.

"Bang Bagas. Anaknya nyokap tiri gue"

"Nyokap tiri?" Uwa mengangguk.

Adik Kelas SomplakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang