32 : Lupakan Cara Menangis!

89 19 12
                                        

Jangan lupa vote & comment nya!
Happy Reading!

32 : Lupakan Cara Menangis!

Uwa mengerjapkan matanya beberapakali. Mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya, Ia merasa kepalanya masih pusing.

"Uwa? Kamu udah sadar nak?" Uwa melihat Guruh sang Ayah yang tampaknya khawatih padanya.

"A-ayah" Kata Uwa tercekat. Mungkin karena ia baru sadar makanya ia susah berbicara.

"Ia sayang. Kamu butuh apa?" Tanya Guruh.

"Aku haus" Cukup pelan Uwa berkata begitu.

Dengan sigap Guruh membantu Uwa untuk minum. Uwa menatap sekeliling ruangan. Nampak Alvin, Gibran, dan Rakha tidur di sofa dengan posisi duduk. Sangat tidak nyaman.

"Ini udah larut ya?"

"Iya. Ini udah larut. Jadi sebaiknya kami kembali tidur" Kata Guruh sambil mengelus surai sang anak.

"Tapi Uwa takut Yah. Nanti orang itu jahat lagi" Uwa meringsek masuk ke pelukan sang Ayah. Beginilah sikap Uwa pasca traumanya kembali terjadi. Ia menjadi sangat manja.

"Ssstt. Udah gak usah takut. Kalo kamu takut nanti orang itu senang" Guruh memang sudah tau alasan anaknya di rawat. Tapi ia belum tau siapa pelaku yang tega kepada anaknya. Saat Alvin menelponnya ia langsung pergi menuju rumah sakit dengan panik.

"Dia jahat Yah. Dia dorong aku ke kolam" Guruh merasa sedih karena merasa telah gagal menjaga sang putri.

"Siapa orang itu?" Tanya Guruh sambil terus memengelus punggung sang anak agar lebih tenang.

Uwa terdiam cukup lama. Ia ragu untuk ke ngatakannya. Ia tau jika dia menyebutkan nama pelaku maka Ayahnya tak akan tinggal diam. Kasihan Naomi.

"Ya sudah kalo kamu belum mau cerita. Sekarang tidur lagi ya" Guruh merasakan sebuah anggukan dari sang anak.

"Cepat istirahat. Jangan takut. Ayah bakal jagain kamu"

"Makasih Yah" Gumam Uwa sebelum ia memejamkan matanya untuk kembali tertidur.

•_______•

Pagi harinya Uwa terbangun, Ia diam sejenak melihat kamar yang di tempatinya nampak ramai karena ketiga laki-laki yang duduk di sofa tidak berhenti berbicara. Tapi dimana Guruh?

"Udah lo pulang sana. Gak ada gunanya juga disini" Celetuk Alvin bernada sinis yang di tujukan kepada Rakha.

"Gak gue mau jagain Uwa"

"Ck. Lama-lama gue tonjok juga muka lo. Kalo lo bisa jagain Uwa gak mungkin sekarang kita ada disini" Rakha menghela nafas berat.

"Gib-ran udah" Kata Uwa yang masih lemah.

Ketiga cowok itu menoleh menatap Uwa. Ketiganya nampak terkejut tapi mereka dengan cepat berjalan mendekati brankar yang di tempati Uwa.

"Udah bangun? Ada yang sakit? Mau dipanggilin Dokter?" Pertanyaan bereretan keluar dari mulit Gibran.

Uwa menggeleng.

"Mau duduk" Rakha dan Alvin dengan sigap membantu Uwa untuk duduk. Setelah itu Rakha memberikan minum kepada Uwa yang langsung di terima Uwa. Entahlah. Mungkin dia haus.

"Gue mau bicara tentang kejadian yang menimpa gue. Tapi gue gak mau cerita sama orang yang gak ada hubungannya" Kata Uwa.

Alvin dan Gibran kompak menatap Rakha. Mengode Rakha untuk segera keluar.

Adik Kelas SomplakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang