05:Bakat Tak Terduga
"Ok makasih buat yang udah menyelesaikan tugasnya dengan baik. Dan disini saya akan memberitahu teman kalian yang akan unjuk bakat di depan kita"Siswa Baru berbisik tentang siapa yang tak berhasil menyelesaikan misi yang cukup mudah itu.
"Verakha Agrial dari Kelompok Soekarno. Silahkan ke depan"Semua murid baru yang cewek itu berteriak karena tak menyangka Rakha akan gagal. Ada juga yang antusias ingin melihat bakat Rakha.
Rakha maju ke depan dengan tanpa rasa malu. Ia menatap ke sekeliling. Ah tidak ada yang menarik et.. Ada yang menarik di belakang barisan tengah yang duduk di lantai keramik. Satu nama yaitu Uwa. Rakha mengambil alih microfon dari Kelvin.
"Gue gak mau nunjukin bakat kecuali di temanin sama kak Uwa"Ruang Aula makin riuh karena penuturan Rakha. Uwa mengumpat dalam hati. Kenapa Rakha selalu membuat dirinya menjadi sorotan?
"Jangan banyak mau lo!"Protes Kelvin yang duduk di dekat Rakha. Di sampingnya ada sang pacar yang sengaja datang ingin melihat bakat Rakha.
"Kak Uwa?"Rakha tidak Mendengarkan Kelvin ia hanya fokus pada Uwa.
Uwa dengan ragu berdiri dan mulai mendekati Rakha. Senyum di bibir Rakha tercetak jelas.
"Makasih"Uwa tak menanggapi. Ekspresinya datar tak terbaca.
"Cepet!"Tidak Uwa.
Rakha meletakkan microfon yang menyala di atas meja. Ia mendekatkan Ponselnya ke microfon itu lalu menyetel salah satu music pilihannya.
Lagu asal korea mengalun di Aula tapi Rakha hanya diam lalu melompat saat reff dari lagu berjudul Idol dari BTS itu menggema.
"Hooo.. Hoo.. Eulssu johda
You can't stop me lovin my self"Rakha hanya bernyanyi pada bagian tertentu saja. Bakat macam apa ini? Uwa tercengang. Respon apa yang harus di berikan? Emang minus nih otak si Rakha!
Para kaum hawa menyoraki Rakha tapi bukannya berhenti ia malah makin gila bahkan ia sekarang membawa Uwa untuk melompat bersama nya. Uwa pusing. Sungguh. Tapi ia tak bisa melawan Rakha yang tubuhnya jauh lebih besar darinya. Uwa tak melompat seperti Rakha. Rakha hanya mengganggam tangan Uwa terlihat sangat absurd.
Kelvin hendak berdiri menghentikan aksi gila Rakha tapi tangannya di tahan oleh jemari halus milik Sasha.
"Jangan Kel. Percaya sama aku. Uwa tau apa yang dia lakukan"Kelvin menggeleng. Uwa itu tampang nya saja yang dewasa tapi sifatnya sangat polos.
"Gak Sha. Uwa gak tau apa yang ia lakukan"
"Biarin dia. Gimana mau move on kalau kamu selalu ada di dekat dia?"Sasha benar. Kelvin menghela nafas sembari melihat Aksi gila Rakha.
Musik akhirnya berhenti. Rakha dengan seragam yang berantakan, keringat memenuhi pelipisnya,oh jangan lupakan senyuman yang terbentuk di bibirnya. Ia melepaskan tautan tangannya dan Uwa.
Ia memasukkan ponselnya ke dalam saku. Dan kembali memegang microfon.
"Itu tadi di sebut bakat? Coba kasih tau kami apa bakat kamu?"Celetuk salah satu Panitia MPLS.
"Bakat gue ya itu?"Uwa menyerngit. Itu apa maksudnya?
"Bikin ribut dan bisa ngembil perhatian semua Orang"lanjut Rakha.
"Gak waras"Kata Uwa Refleks.
Rakha hanya tersenyum menanggapi hinaan dari Uwa.
"Bakat lo gak bisa di terima. Ulang pake bakat yang lebih bisa menghibur"Kata Kelvin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adik Kelas Somplak
Fiksi RemajaAyo mampir di Story ku siapa tau aja suka:) "Jauh-jauh dari gue!"Sentak Cewek yang merupakan senior tergalak. "Gak mau"Kata Cowok di depannya dengan kekehan khasnya. "Gila ya? Lo itu masih adik kelas gue jangan banyak tingkah deh"Cowok itu tersenyum...
