34 : Trio Valak

102 19 3
                                        

34 : Trio Valak

Jilan dan antek-anteknya sedang berdiri di koridor masuk sambil sesekali merecoki anak-anak yang terlihat cupu.

"Wih. Bagus nih jepitan rambut lo" Celetuk Laura kepada seorang siswi cupu yang sudah terlihat ketakutan. Siswi itu ingin kabur namun jalannya dihadang oleh Laura.

"Gue mau dong" Laura tanpa banyak bicara menarik jepitan rambut berwarna pink itu dari rambut sang siswi. Siswi itu diam tak ingin melawan.

"Ck. Lau kasih ke dia. Nanti gue beliin sepuluh buat lo" Kata Jilan. Siswi itu mendongak. Heran mengapa jilan tak ikut merundungnya malah menyelamatkannya.

"Iya bener tuh. Cecill juga di beliin ya Jilan? Tapi maunya warna ungu"

"Hmm" Jilan sibuk memerhatikan kukunya yang baru saja diwarnai.

"Ih. Yaudah nih" Dengan gerakan kasar Laura memberikan kembali jepitan rambut itu ke tangan sang siswi.

"Sana lo pergi" Usir Jilan.

"I-iya. Makasih kak"

"Widih. Ada apaan nih trio valak kok udah nangkring disini?" Celetuk Bayu. Ia datang bersama Gibran dan Raja.

Jilan tidak merespon ia memilih cuek saja. Jilan sedang mencoba move on. Sedangkan laura melotot kearah Bayu tanda ia tak menyukai panggilan Bayu pada mereka.

"Ih. Mana valak? Sekarang sekolah kita seram ya. Masa ada valaknya" Celetuk Cecill sambil menatap sekeliling mencari keberadaan Valak yang di sebut Bayu.

"Kenapa takut lo? Masa takut sama diri sendiri?" Kata Raja dengan nada ejekan yang kental.

"Ih. Maksudnya Valak nya masuk ke diri Cecill gitu? Kamu tau dari mana? Oh Cecill tau kamu paranormal yang kaya mbah-mbah itu?"

"Enak aja lo! Kaya mbah pala lo! Ganteng gini juga. Lagian lo bukan pacar gue ya ngapain aku-kamuan"

"Ih cecill bingung! Pelan-pelan donk ngomongnya!"

"Ini cewek anak siapa sih? Gue karungin juga lo! Gemes banget gue" Tangan Raja tidak tahan untuk tidak mencubit pipi Cecill.

"Aw. Huaa. Sakit" Jilan menghampiri Raja dan langsung memukul pria itu.

"Shit!" Umpat Raja.

"Jangan sakitin Cecill! Awas aja lo sampe bikin dia nangis lagi" Ancam Jilan.

"Tau nih rusuh aja. Sana lo pergi jauh-jauh" Kata Laura sambil mendorong bahu Raja.

"Ck. Lagian kalian ngapain disini? Mau jadi patung selamat datang? Oh gue tau nih. Pasti lagi nungguin Gibran kan?" Kata Bayu.

"Gak tuh. Bos kita udah gak level lagi sama Gibran" Balas Laura. Jilan senang karena jawaban Laura ia jadi tak usah lagi mencari jawaban atau mengelak.

"Bener level lo sekarang bukan gue?" tanya Gibran. Jilan menghela nafasnya. Ia harus tegas memblokir perasaannya untuk Gibran.

"Mau level gue sekarang siapa bukan urusan lo. Yang jelas itu bukan lo"

Gibran terdiam. Ia belum pernah mendengarkan Jilan berkata sinis seperti ini kepadanya. Ia merasa aneh saat mendengarnya.

"Lau! Cill! Ayo cabut" Kata Jilan mendahului dua temannya. Laura dan Cecill mengikuti Jilan.

Sebelum benar benar jauh Cecill menoleh ke belakang dengan mata sembab dan pipi merah karena habis di cubit ia menggerakkan rahang bawahnya. Menggertak Raja.

"Shit! Imut banget! Awas aja lo Cil. Gak bakal gue lepasin!" Kata Raja sambil tersenyum melihat punggung Cecill yang kian menjauh.

"Naksir kok sama bocil. Dasar pedofil lo!" Kata Gibran.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 28, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Adik Kelas SomplakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang