01:About Uwa
Mifkha Agnesta atau yang di panggil Uwa ini adalah siswi yang tak terlalu populer di SMA Kejora. Ia adalah Anggota Osis ketua Seksi Keamanan itu karena sikapnya yang tegas.
Uwa berjalan memasuki kawasan kantin. Ya ia akan istirahat sebentar. Menjadi Panitia MPLS sangat melelahkan. Apa lagi ada yang tidak waras kelakuannya.
"Bu teh es nya satu"Sambil menunggu pesanannya Uwa melirik ke jam tangannya. Jam istirahat masih lama. Tapi Uwa sudah lapar. Peraturan sekolah melarang keras siswa atau siswi makan di kantin sebelum bel istirahat kecuali dalam keadaan sakit.
"Ini neng"Uwa menerima teh es nya lalu membayar minuman tersebut.
Lalu ia berjalan kembali menuju Aula. Ia berhenti sebentar melihat seorang siswa sedang bermain basket sendirian di lapangan Basket tentunya. Ia adalah Gibran Adtaya.
Sebagai Ketua Seksi Keamanan Uwa harus menegur kelakuan cowok tersebut. Yang merupakan sepupunya.
"GIBRAN!"Uwa berteriak. Gibran yang tadinya sedang men-drible menghentikan kegiatannya.Ia berbalik menatap Uwa. Keringat nya bercucuran memenuhi pelipisnya. Seragamnya pun bisa di pastikan sudah basah karena keringat. Ck. Dasar cowok satu ini.
"Ngapain masih di situ? Masuk kelas sana!"Gibran menyengir.
"Sorry bu Ketua. Tadi gue telat terus gak boleh masuk kelas jadi mendending olahraga aja kan?" Uwa berdecak. Cowok yang merupakan adiknya ini gak pernah kapok. Selalu saja telat dan membuat onar.
"Kenapa gak baca buku di Perpustakaan aja? Lo pikir ada yang mau sama lo kalo lo pamerin keahlian basket lo itu? Udah sana ke pustaka kalo enggak bersihin kamar mandi aja"Gibran cemberut. Uwa ini selalu saja kejam. Tidak memikirkan hati nya.
"Ada apa wa?"Uwa dan Gibran sama-sama menoleh menatap orang yang baru saja muncul.
"Ini kak. Gibran bolos. Masa aku biarin"Gibran mencibir. Giliran sama nih cowok saja Si Macan lembut.
"Gak apa. Lagian dia kan udah biasanya gitu kan?"Kalian bertanya siapa yang baru saja datang. Dia adalah Kelvin Garaffa yang di kenal sebagai Kelvin. Menjabat sebagai Ketua Osis yang sebentar lagi lengser. Kalian juga perlu tau jika ia adalah mantan satu-satunya nya Uwa. Ingat! Satu-satunya!
Kok bisa mantan tetap baikan gitu sih? Itu karena mereka putus nya baik-baik. Uwa juga masih suka sama Kelvin. Cuma mereka gak akan pernah bersatu. Tau kenapa? Itu karena tembok besar yang menjadi Penggalang yaitu Keyakinan yang berbeda.
"Gue pergi ya. Bye"Gibran pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kak Vin. Ngapain disini? Gak jadi mentor?"Kelvin tersenyum.
"Aku nyari kamu. Kita kan belum pilih kelompok yang bakal kita mentorin"Oh Iya. Kenapa Uwa jadi tulalit gini Sih?
"Ya udah. Ayo!"Uwa dan Kelvin berjalan beriringan menuju Aula.
Di Aula Anggota MPLS sudah tertib dengan membentuk kelompok. Kecuali satu orang. Ia tampak tak peduli dengan sekitarnya.
"Rakha! Cepat ke kelompok kamu!"Naila yang merupakan Wakil Ketua Osis tampak kewalahan menghadapi cowok itu. Oh. Uwa ingat. Dia kan Cowok yang sok ganteng tadi pagi.
"Kak Vin. Aku bantuin Ila dulu ya"Kevin mengangguk.Uwa berjalan menuju ke Naila dan Adik kelasnya yang ia dengar bernama Rakha itu.
"Heh! Kamu ngapain masih di situ? Sana duduk sama kelompok kamu"Wajah Rakha yang sebelumnya datar berubah menjadi senyuman. Beberapa siswi yang melihat itu memekik kegirangan.
"Ini yang gue tunggu dari tadi. Dari mana aja sih? Gue kan rindu"Uwa bergidik. Sungguh menggelikan.
"Lo mabok ya? Atau lagi sakit? Ngelantur!"
"Gak tuh. Gue sadar dan sehat. Nih periksa aja"Jawab Rakha. Rakha bangkit dari duduk nya berdiri di depan Uwa.
"Apaan sih?"
"Gue kelompok mana?"Uwa menghela nafas. Ia juga baru datang dan tak tau Rakha kelompok mana.
"Kelompok Soekarno Wa"Kata Naila.
"Tuh dengar! Lo kelompok Soekarno"Ketus Uwa.
"Sorry...Gue mah gak dengar suara apapun kecuali suara lo"Tangan Rakha mengelus pipi Uwa dengan cepat Uwa menepisnya.
"SOPAN YA SAMA KAKAK KELAS"Suara lantang milik Kelvin membuat Aula langsung sunyi. Aura Kelvin sangat menyeramkan.
"Lo siapa sih? "
"Gue Kelvin Ketua Osis dan Ketua panitia MPLS ini. Kalau lo masih gak sopan silahkan keluar dari sekolah ini"Rakha menatap sinis Kelvin. Emang nya apa yang salah sih? Dia kan cuma mengelus pipi Uwa bukan hal yang kotor kok. Lagian ia juga tak takut akan keluar dari sekolah ini. Keluarganya bisa saja menutup sekolah ini.
"Udah Kak Vin. Aku gak apa"Kelvin menghela nafas kasar dan keluar dari Aula begitu saja. Wah kayanya Rakha salah pilih korban. Mungkin Kelvin adalah pacar Uwa? Makanya ia sangat emosi. Tapi tak apa. Jika pacar orang lebih menantang kenapa tidak?
"Udah sana ke kelompok lo"Uwa pergi mengikuti langkah Kelvin. Kelvin pasti sangat emosi sekarang. Mengingat kelvin yang selalu melindunginya.
•___•
Uwa dan Kelvin sekarang berada di ruang Osis. Karena semua anggota Osis sedang sibuk di Aula jadi mereka hanya berdua di sini.
"Jangan diam aja kalo di sentuh kaya tadi"Uwa berdeham.
"Aku khawatir sama kamu"Begini lah sikap Kelvin yang membuat Uwa susah lupa dan move on. Sikap protektif nya yang seakan Uwa ini masih pacarnya. Padahal Kelvin sudah memiliki pacar. Untung pacarnya bukan anggota Osis jadi ia tak akan cemburu.
"Kak Vin gak perlu khawatir. Aku bisa kok jaga diri. Aku tadi juga udah nepis tangan tuh bocah kok"Tangan besar Kelvin mengacak rambutnya. Sial yang diacak rambut yang berantakan kok hati?
Perut Uwa tiba-tiba berbunyi kelaparan. Muka nya memerah karena malu. Aduuuh. Kok perutnya gak bisa di ajak diskusi sih?
"Haha... Laper ya? Kebetulan tadi Nyokap buatin sarapan. Kamu mau?"Uwa menunduk. Ia masih malu. Sangat! Kelvin terkekeh melihat lucunya tingkah sang mantan. Ia mengeluarkan kotak bekal dari dalam tasnya.
"Nih"Kelvin menyodorkan kotak bekal yang sudah di buka nya nampak isi nya adalah nasi goreng dengan telur ceplok.
"Mmm. Ini kan buat kak Vin. Aku gak enak ih"Tolak Uwa secara halus walau perutnya makin terasa berdemo.
"Gak apa buat kamu aja. Nanti aku bisa makan di kantin"Kelvin tersenyum. Uwa ragu-ragu menyentuh sendok.
"Yakin nih?"Kelvin mengangguk.
"Aku ganti aja nanti uang kak Vin deh. Sumpah aku gak enak"
"Gak perlu. Kamu lapar kan? Ya makan. Jangan banyak bicara"Uwa mengangguk dan tersenyum.
"Makasih kak"Uwa mulai menyendokkan Nasi Goreng masuk ke mulutnya.
Kelvin diam saja. Menikmati wajah polos Uwa yang sedang menyantap Nasi Goreng Ibunya. Sangat menggemaskan.
-Next
Sorry lama Up guys:)
Sorry juga gak menarik cerita nya:(
KAMU SEDANG MEMBACA
Adik Kelas Somplak
Teen FictionAyo mampir di Story ku siapa tau aja suka:) "Jauh-jauh dari gue!"Sentak Cewek yang merupakan senior tergalak. "Gak mau"Kata Cowok di depannya dengan kekehan khasnya. "Gila ya? Lo itu masih adik kelas gue jangan banyak tingkah deh"Cowok itu tersenyum...
