25 : Saling cemburu
Suara sorak anggota cheers membuat suasana di lapangan basket makin riuh. Uwa duduk di tengah-tengah teman Rakha dan Gibran. Sedangkan Rakha dan Gibran sedang bertanding basket antarkelas.
"Semangat Bran!" Teriak Raja. Dio yang berada di samping Raja menutup telinganya.
"Ribut banget!" Kata Dio.
"Bener. Ribut!" Uwa menyahuti.
"Lagian ngapain sih lo di samping gue. Sana pindah ke sebelah Bayu" Bayu yang di sebut namanya pun menoleh bingung. Ada apa sih? Dia kan sedang fokus liat cewek-cewek cheers.
Jadi posisi nya begini. Uwa berada di tengah-tengah Bayu dan Raja. Sedangkan Dio berada di samping Raja.
"Oh gak bisa. Rakha yang nyuruh gue harus pastiin lo sama Uwa tidak terlalu dekat" Kata Raja. Uwa memutar bola matanya malas.
"Sebahagia lo Bambang!" Celetuk Bayu. Lalu ia kembali fokus ke depan. Khusuk banget kayanya Bang Bayu.
"Uwa nih!" Dua sahabat Uwa datang. Mentari menyodorkan dua botol mineral dan satu botol minuman pesanan Uwa.
"Thanks" Kata Uwa tersenyum.
"Raja! Bayu! Minggir kita mau duduk di samping Uwa" Ujar Violyn. Ketiga lelaki itu bergeser memberi tempat untuk Mentari dan Violyn. Bahkan Bayu pindah ke sisi sebelah kanan Uwa tempat Raja dan Dio berada.
Ketiga sahabat itu heboh saat Kelvin merebut bola dari tangan salah satu tim Rakha.
"Ih! Damage nya Kak Kelvin bukan main dah!" Kata Violyn heboh.
"Iya bener! Gue juga suka liat Gibran! SEMANGAT BRAN!" Teriak Mentari di akhir kalimat.
"SEMANGAT KAK VIN!" Mentari dan Violyn menatap Uwa. Uwa yang merasa tak ada suara dari sahabatnya menoleh. Oh shit! Bahkan tiga teman Rakha juga menatapnya.
Uwa meringis pelan sadar akan kesalahannya yang memberi semangat kepada Kelvin. Tapi saat ia menatap ke lapangan ada sorot mata yang juga menatapnya tajam. Dua bola mata itu milik Verakha Agriel.
"Ck. Salah bener dah kayanya gue"
"Ngapain lo semangatin mantan?!"
"Sorry. Refleks tadi liat dia yang makin keren" Lima orang itu pun menghela nafas.
"Gue gak tanggung jawab kalo Rakha nanti ngamuk" Kata Bayu diangguki oleh empat orang lainnya.
Uwa memanyunkan bibirnya. Giliran gini aja gak ada yang memihak pada nya. Padahalkan ini salah Kelvin yang Damage nya gak nahan!
"Eh tapi kok bisa Kak Kelvin ikut main? Bukannya ini pertandingan kelas XI sama kelas X?" Tanya Violyn. Benar juga!
"Tadi anggota Gibran kurang ya udah dia ngikut. Emang caper banget tuh orang" Celetuk Bayu kesal sendiri dengan Kelvin.
"Iri tanda tak mampu!"
"Iri tanda jelek!"
"Iri dengki deh Bang Bayu!"
Baik teman-temannya dan Uwa bergantian mengatai Bayu.
"Emang gue iri, dengki, busuk hati, gelay, segala macam penyakit hati! Puas lo!" Serentak semua yang mendengarkan itu tertawa. Bahkan orang yang mencuri dengar karena ada di dekat mereka. Kecuali Dio yang hanya tersenyum tidak sampai tertawa lepas.
"Ketawa! Ketawain aja gue makhluk yang paling berdosa ini" Bayu memberengut kesal tapi malah terlihat lucu. Uwa sampai tertawa dengan wajah memerah dan mengeluarkan air dari sudut matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adik Kelas Somplak
Genç KurguAyo mampir di Story ku siapa tau aja suka:) "Jauh-jauh dari gue!"Sentak Cewek yang merupakan senior tergalak. "Gak mau"Kata Cowok di depannya dengan kekehan khasnya. "Gila ya? Lo itu masih adik kelas gue jangan banyak tingkah deh"Cowok itu tersenyum...
