24 : Tentang Rasa

97 25 43
                                        

'Diabaikan? Udah tiap hari kayanya:('
-Rere

24 : Tentang Rasa(!)

Uwa menatap jengah Bagas yang ada di depannya. Mereka sedang makan malam berdua. Oke ayo kita ulangi biar heboh! MAKAN MALAM BERDUA!

Ini bukan kemauan Uwa tapi paksaan Bagas yang datang ke rumahnya dan mengancam Uwa dengan menggunakan sang Ayah sebagai ancaman.

"Masih mau natap gue? Awas lo naksir!"

"Bang Bagas ini udah malam. Mending cepat deh mau ngomong apa?"

"Gue cuma mau makan aja. Gak ada yang perlu di omongin" Kata Bagas Santai.

"Ck. Gak guna banget. Pake maksa lagi"

Bagas menatap Uwa. Sejujurnya ada yang ingin ia sampaikan tapi ia ragu.

"Mmm. Lo udah punya pacar?" Uwa menggeleng cepat. Takut jika ia jujur akan memperumit ke adaan.

"Enggak bang"

"Bagus. Lo harus jaga hati lo buat gue"  Uwa mengerutkan keningnya.

"Maksud lo?" Tanya Uwa.

"Gue udah lama suka sama lo" Uwa merasa suasana menjadi tegang.

"Bang. Gue itu adik lo! Ingat bokap gue itu suami nyokap lo. Kita saudara!"

"Tapi bukan berarti kita gak bisa bersama kan? Atau kalo mereka mencoba misahin kita kenapa kita gak kawin lari aja?! Gampangkan" Uwa berdiri dengan emosi yang menggebu.

"Gue gak mau! Jangan ngimpi!" Uwa berbalik hendak pergi. Hampir saja Uwa menggapai pintu Restoran Bagas mencekal pergelangan tangannya.

"Ih lepasin!" Bagas tersenyum miring. Uwa berteriak sehingga mereka menjadi pusat perhatian sekarang.

"Gak bakal" Jawab nya enteng.

"Gila lo ya?!" Uwa mencoba lepas. Bukannya terlepas ia malah merasa sakit pada pergelangan tangan yang dicengkram oleh Bagas.

"Lepasin sialan!"

'Bught'

Uwa memekik karena terkejut. Tapi ia lega karena Bagas langsung terhuyung  berkat tinjuan itu. Cengkraman Bagas pun terlepas.

"Lo gak apa?" Tanya orang yang baru saja menolong Uwa. Kalian bisa menebak itu siapa?

"Anjing!" Bagas kembali bangun sebelum Uwa menjawab dan memukul balik orang itu.

'Bught'

"Astaga! Udah Bagas!" Pekik Uwa. Bagas sampai naik ke atas lawannya dan terus memukulinya. Tak ingin kalah lawannya pun sebisa mungkin membalikkan posisi dan membalas pukulan Bagas.

Satpam Restoran langsung datang dan melerai dua orang itu.

Kini wajah lawannya Bagas sudah tak terbentuk begitu juga dengan cowok yang menjadi lawannya.

"Kalian jangan merusuh! Pergi dari Restoran ini! Sebelum kalian kami berikan pada pihak berwajib" Lata satpam itu. Bagas berdecak kesal dan langsung pergi.

"Lo okey?" Uwa mengerjapkan matanya. Ia masih shock.

"H-m. Iya okey"

"Dia siapa? Selingkuhan lo?" Mata Uwa melotot.

"Bukan kok. Bukan! Dia abang tiri gue"

"Oh. Lain kali kalo dikasarin laporin aja ke polisi. Atau lo sebisa mungkin ngelawan"

"Iya. Makasih ya Mmm... Kak Edo" Uwa canggung karena belum terbiasa memanggil Edo Kakak atau panggilan sejenisnya. Ya. Orang yang menolongnya adalah Edo. Benar. Edo kakaknya Rere!

Adik Kelas SomplakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang