15 : Jadi Asisten Uwa

138 34 25
                                        

15 : Jadi Asisten Uwa

Rakha dengan gaya yang berantakan memarkirkan mobilnya di depan pagar rumah Uwa. Tak mau menunggu lama ia keluar dari mobil dan memasuki pekarangan rumah sang pacar. Eits. Tunggu. Kok ada Motor Sport? Soal Rere? Ia tak tau. Ia sudah meminta pada abang Rere untuk mengantar Rere karena ia harus membujuk Uwa. Berangkat bersama Rere hanya akan memperkeruh suasana.

"Pagi mang..." Rakha menyapa tukang kebun di rumah Uwa.

"Iya den. Aden mau jemput non Uwa?" Tanya Mang Asep. Rakha dengan semangat mengangguk. Ia memang ingin menjemput Uwa. Ia masih berperasaan tak enak sejak semalam. Lebih tepatnya setelah Rere menjawab telpon Uwa.

Rakha berhenti melangkah sesaat. Ia menatap Uwa yang jalan sejajar pria lain! God! Ia ingat itukan pria yang dulu mengaku pacar Uwa. Aish. Kata Gibran itu saudara kandungnya.

"Ngapain lo ke sini?" Tanya Alvin sambil memasang jaketnya.

"Malah nanya. Ya jelas jemput pacar lah. Lo ngapain di rumah cewek gue?"

"Semalem gue tidur di sini. Dan tadi Uwa juga bilang mau bareng gue." Kata Alvin.

"Wa?" Rakha meminta penjelasan dari Uwa.

"Apa?" Segitu saja balasan dari Uwa. Mampus. Uwa benar-benar marah!

"Berangkat sama aku,ya?" Bujuk Rakha. Alvin berdecak.

"Gak usah. Nanti Rere minta tolong lagi. Kalo gue sih bisa minta tolong ke yang lain. Tapi kalo sahabat lo yang manja itu kaya nya gak bisa. Kan cuma lo yang baik" Jleb. Hati Rakha tersentil oleh perkataan Uwa.

"Gue minta maaf untuk yang tadi malam. Gue emang lagi sama Rere. Tapi cuma bentar"

"Oh. Ya udah. Gue juga mau berangkat sama Bang Alvin cuma sebentar kok"Uwa seperti tengah meledek perkataan Rakha. Tangan Rakha terkepal.

"Ayo Wa!" Uwa menoleh. Ia lalu mengangguk. Naik ke Motor Alvin.

Rakha masih diam di tempat. Ia mencoba meredakan emosinya. Ia tak mau melukai Uwa lagi. Bagaimanapun ini juga salahnya yang tak memberitahu Uwa ia sedang apa dan dimana.

'Brumm'

Motor Alvin melaju meninggalkan pekarangan rumah Uwa. Rakha memenjamkan matanya sejenak. Lalu ia buru-buru kembali ke mobilnya. Ia harus mengejar Uwa.

•______•

Uwa turun dari motor Alvin. Lalu merapikan seragamnya.

"Nanti kalo masalah lo sama tuh cowok belum selesai. Pulang sama Gibran aja." Kata Alvin. uwa berdeham sebagai jawaban.

"Gue pergi dulu." Alvin kembali melajukan motornya. Tepat setelah itu mobil Rakha melewati Uwa.

"Rasain lo!" Uwa tersenyum miring. Ia cukup puas.

Oh Uwa hampir lupa. Sekarang giliran ia pikit ketertiban sekolah.

Ia mengayunkan kakinya memasuki kawasan sekolah. Ia harus patroli sekarang.

Baru saja ia menatap ke sekaliling. Ia lalu menggeleng. Ck. Rakha lagi! Rakha masih berjalan ke arahnya dari parkiran.

Uwa menunggu hingga Rakha berada di depan nya.

"Makasih udah nunggu gue." Rakha dengan PeDe tersenyum ke arah Uwa. Uwa mendengus kesal.

Adik Kelas SomplakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang