12 : Fans Fanatik Rakha

193 62 92
                                        

12 : Fans Fanatik Rakha

Uwa memarkirkan sepeda motornya di parkiran sekolah. Hari Ini ia tak berangkat bersama Rakha. Tak tau kenapa tapi Rakha mengatakan bahwa ia tidak bisa menjemput Uwa hari ini. Ntahlah. Uwa juga malas memikirkannya.

Setelah meletakkan helm-nya Uwa berdiri meninggalkan Sepeda Motor kesayangannya. Yang baru kemarin kembali kepadanya setelah seminggu lamanya berada di bengkel. Ya kalian pasti ingat kejadian dimana Rakha menabrak Uwa?

"Kok gak bareng Rakha? Udah putus ya? Bagus deh akhirnya Rakha sadar juga kalo ceweknya gak sebanding sama dia"Uwa mendelik. Idih ini siapa sih kok sok tau banget?! Lagian kalo pacaran emang berangkatnya harus selalu bareng gitu? Malah norak lagi Rambutnya di warnai Ungu.

Tanpa memedulikan nyinyiran dari cewek asing itu Uwa melangkahkan kembali kakinya.

Tapi baru dua langkah ia berjalan tangannya di cekal kuat. Uwa menghela nafas setelah itu ia membalikkan badan melihat ke arah pelaku.

"Lo budek ya? Gue lagi bicara tentang lo!"Kata cewek asing itu.

Mata Uwa melirik ke Name-tag si cewek sok tahu itu. Ia tersenyum miring,Jadi ini kakak kelas yang sering dibicarakan teman sekelasnya. Yang katanya hobi main sama om-om?

"Sorry ya gue gak ada urusan sama lo"Uwa menepis tangan Cewek itu kasar.

"Dasar kampungan!"Sambung Uwa.

Cewek itu menggeram marah. Berani sekali Uwa melawan.

"Apa lo bilang?!"Tangan cewek itu terkepal.

Uwa melirik sekeliling bahkan kini mereka sudah menjadi pusat perhatian. Ck. Uwa merutuki dirinya karena telah menjadi totonan di Koridor pagi ini.

Tak mau berlama Uwa berjalan meninggalkan Cewek Kampungan itu.

'Brukh'

"Aish..."Uwa meringis saat merasakan kedua lututnya nyeri akibat terjatuh keras ke lantai. Yap. Si cewek Kampung mendorong Uwa dari belakang.

"LUNA!"Saat yang sama seorang cowok yang sangat dikenal Uwa datang Meneriaki gadis yang mendorong Uwa. Wajah Luna memucat.

"Lo! Siap-siap di panggil ke BP!"Setelah menunjuk Luna. Cowok itu menyelipkan tangannya di antara tengkuk dan  kaki Uwa. Menggendongnya menuju UKS.

"Kak-"

"Sstt. Gue tau pasti sakit. Diem biar gue bawa lo ke UKS dulu"

•_____•

Rakha menyerngit saat merasa banyak pandang mata yang mengarah padanya. Ini tak biasa terjadi. Ia melihat penampilannya. Tidak ada yang aneh.
Pandangan dan bisikan itu masih terjadi sampai Rakha memasuki Ruangan Kosong di samping Gudang yang dijadikan teman-temannya sebagai tongkrongan.

"Eh datang juga lo!"kening Rakha makin memperlihatkan lipatannya saat mendengar perkataan dari Bayu.

"Ini kenapa sih?"

"Dari mana aja? Kenapa gak berangkat sama Uwa? Udah putus?"Kalimat sarkas yang berasal dari mulut Gibran itu berhasil menyulut emosi Rakha.

"Ini ada apa sih? Gue emang gak berangkat sama Uwa. Tadi ada urusan bentar"

"Oh. Ternyata lo lebih mentingin urusan lo"Balas Gibran santai tapi tersirat dari matanya jika ia sangat membenci Rakha. Rakha mencengkram kerah baju Gibran kuat.

"JANGAN BERTELE-TELE! NGOMONG AJA LANGSUNG!"Raja menengahi mereka. Melepas paksa cengraman Rakha pada Gibran.

"Udah kha! Jangan kaya gini elah! Ingat kita ini teman"Tutur Raja.

Adik Kelas SomplakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang