MD : Mah tolongin Papah

3.4K 323 53
                                        

Selamat membaca:)
.
.

Ali memilih pulang setelah Seren menyetujui 1 bulan lagi. Tidak mau banyak berbasa-basi karena ia ingin menemui Prilly.

Setidaknya hari ini mereka bisa menghabiskan waktu mereka berempat bersama Han dan Ella. Ali tidak perduli jika nanti Andra marah. Ali berjanji hanya untuk hari ini.

"Mamah mau pulang kehotel?" tanya Ali yang langsung dibalas anggukan oleh Ressi. "Ali mau jemput Ella dulu."

"Kamu kayanya semangat banget, mamah liat tadi juga kamu ga sabar." mendengar itu Ali hanya mampu terkekeh kecil.

***

Ali kembali menyalakan mesin mobilnya, tadi Prilly sudah mengirim lokasi mereka. Dan Ali sedang dalam perjalanan menuju kesana.

"Gue harus bisa manfaatin 1 hari ini. Setelahnya gue janji bakal lupain dia." gumamnya tersenyum pahit. Bagaimanapun ia akan menikah dengan Seren dan itu artinya tidak boleh ada rasa lagi selain kepada istri.

Ali memarkirkan mobilnya, matanya menelusuri seisi taman yang luas. Hingga terhenti pada seorang wanita yang tengah duduk dan tertawa lepas melihat kelakuan Han dan Ella.

Ali keluar dari mobil, menghampiri Prilly secara diam-diam dan menutup mata wanita dihadapannya dengan kedua tangannya.

"Eh-eh tolong jangan tutupi mata saya," Prilly berontak dengan sedikit kesusahan. "Tolong!!!" pekiknya membuat Han menghampirinya begitupun Ella.

"Om! Sini lawan Han! Jangan lawan mamah!" Han memasang posisi kuda-kudanya walau salah, dan Ali terkekeh karena itu.

"Ayo sini!" Ali melepaskan tangannya dari mata Prilly, berlari menghampiri Han dan mengelitik perut laki-laki itu dengan gemas.

"Aaaaa ampun om, ampunnn!" Han memekik nyaring sementara Prilly disana mengerutkan dahinya. "Ihhh papah! Siat!" Ella berlari mendekat lalu memukul punggung sang papah.

"Aduh aduh!"

Han yang berhasil lolospun ikut memukul punggung Ali alhasil keduanya memukuli Ali. "Rasakan ini!"

"Aduh ampun! Mah tolongin papah dong." Ali menatap Prilly dengan tatapan menggoda, sementara Prilly seketika pipinya bersemu merah menahan malu. "Papah nangis nih!"

"Huaaaa!" Ali bergaya seolah-olah sedang menangis membuat keduanya berhenti dan menatap Ali dengan rasa bersalah.

"Papah kenapa?"

"Ella sih!" sahut Han.

"Papah sama Ella?" Ali menggeleng. "Tuhkan bukan! Sama Han ya papah?" lalu Ali mengangguk.

"Tenang papah! Sekarang Ella ada dipihak papah!"

"Kaburrr!" Han berlari menjauh, membuat Ella spontan ikut berlari mengejarnya. "Heyyyy! Sini kamuuuu." pekiknya mencoba menangkap Han.

Ali tersenyum senang melihat itu, menghampiri Prilly dan duduk disebelahnya. "Kenapa mukanya pucet banget?" tanyanya dengan khawatir.

Prilly tersenyum kecil, "gapapa kok." Prilly menggigit bibir bawahnya, memainkan jarinya bingung. Bagaimana cara mengatakan keinginannya? "Mas,"

"Kenapa?"

"Mas mau usapin perut aku?" tanya Prilly ragu-ragu. Mengingat ucapan Ella sepertinya Prilly harus merahasiakan soal ayah sicalon bayi.

Ali tersenyum kecil. "Dengan senang hati." Ali mengarahkan Prilly agar duduk bersandar pada dadanya, lalu menyimpan kedua tangannya diperut buncit Prilly. "Gerak terus, seneng ya dielus om ganteng?"

Rasanya Ali bahagia, ia seperti akan menjadi seorang ayah lagi. Entah kenapa ia senang saat bayi didalam merespon usapan Ali.

"Andai dia jadi istri gue, pasti nih setiap hari kaya gini dikamar."

"Seneng ya sayang."

Keduanya sama-sama membatin, sembari merasakan momen langka ini.

"Makasih ya mas," Prilly menjauhkan tubuhnya, duduk seperti posisi semula. "Saya mau ke toilet dulu." setelahnya Prilly beranjak pergi, meninggalkan Ali yang diam-diam tersenyum sembari menatap kedua tangannya.

"Oh senangnya hatiku, elus-elus perut Prilly... Hahaha. Terimakasih Bandung."

Sementara Prilly, Air mata mengenang dipelupuknya, dan tanpa sadar mulai berjatuhan. Kenapa rasanya sakit ya? Bukankah Prilly harusnya sadar diri? Ali melakukan itu karena sedang mabuk dan dalam kondisi tidak sadar.

Saat akan berbalik untuk keluar tubuhnya lemas, dan seketika ambruk didalam kamar mandi.

.
.
-bersambung.

Aduh enak bgt ya Prill, diusapin duda😌 mau juga dong:(

Mas duda, usapin dong🤣

Mas Duda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang