MD : Mati Yey!

3.4K 331 56
                                        

Selamat membaca:)
.
.

"OKE-OKE!!!"

Seren diujung sana tersenyum, sementara Ali menghela nafas dan mencoba berfikir harus melakukan apa.

Hingga suara langkah kaki yang menggema membuatnya menoleh dan mendapati Salsa tengah berlari dengan air matanya.

Salsa melewati Ali begitu saja, menghampiri Seren dan menamparnya dengan keras.

PLAK!

"Gadis biadab!" maki Salsa tajam.

Seren terkejut, jika biasanya Salsa akan diam dan menurut padanya. Kini wanita itu nampak berbeda. "Maksudnya apa?!" Seren menatap Salsa tajam, seolah-olah memberikan pertanyaan. "Berani lo sama gue?"

"Cih! So polos. GADIS SIALAN! MAU KAMU APA HAH?!" Salsa menangis kecil, menatap Seren dengan gelengan dikepalanya. "KALAU KAMU BENCI SAMA SAYA? YA SAMA SAYA! JANGAN KAMU SAKITI ANAK SAYA!"

"Maksud kakak apa?" Ali diujung sana menyahut, mendekat kearah keduanya dengan tidak paham.

"Ga dia bohong!" Seren mengelak sembari berteriak nyaring. "Bohong!"

"Bohong?! SAYA BAHKAN BELUM MEMBERITAHU APA-APA!"

"Dia! Dia bunuh anakku Li! Dia cekik anak aku!" Salsa menangis histeris, mengingat bagaimana kondisi putrinya saat ia tinggal untuk membeli sayur sebentar. "DIA?! DIA PSIKOPAT GILA!!!"

Secara cepat, Salsa menjambak rambut Seren, tidak perduli gadis itu merintih dan memohon kesakitan.

"Kak lepas kasian!" Ali mencoba menarik, bahkan beberapa laki-laki mencoba menolong. Tapi namanya ibu sedang kehilangan anak, tenaganya tidak bisa dikalahkan oleh siapapun.

Hingga tanpa sengaja, lengan Salsa berhasil membuat Seren terjatuh dari lantai 4.

Bugh!

"Arghhhh!"

Semua pelanggan terkejut, begitupun pelanggan yang tengah duduk makan dilantai bawah.

"RASAIN KAMU IBLIS! HAHAHAHA!" Salsa tertawa melihat kondisi Seren dibawah sana. Sementara Ali terdiam kaku, masih tidak menyangka dengan apa yang ia lihat. "MATI KAMU IBLIS!"

"Kak!"

"Ali lihat? Iblis itu mati! Dia sudah tidak akan menganggu aku dan keluargaku lagi. Hahaha!" wanita itu terus tertawa dan pergi dari sana dengan tenang.

Ali berlari turun, melihat kondisi mengenaskan Seren. "Bawa ke rumah sakit!" seru Ali tidak tega.

Tanpa sadar mata Ali melihat Salsa yang berjalan pulang dengan tawanya yang menggelegar. Persis seperti orang yang baru kehilangan akalnya.

"Mas, orangnya udah ga nafas." Ali sontak menoleh, menyimpan telunjuk didepan hidung Seren. Benar! Tidak ada udara yang keluar dari sana. Ternyata dari lantai 4 juga Seren bisa meninggal! Catat itu.

***

Bunda Dewi saat tahu itu menangis, memeluk jasad putrinya dengan tidak rela. Sementara Ali hanya diam, masih terkejut.

Ternyata benar! Seren membunuh anak Salsa. Tadi saat datang kerumah keluarga Sisy, Ali melihat Aldi-suami Salsa- tengah menangis memeluk tubuh Alesa.

"A yang sabar ya?"

"Gue cuma ga nyangka Li, Seren mati setelah ngebunuh anak gue. Harusnya dia dipenjara dulu, ga langsung mati kaya gitu!"

"Ali boleh liat rekamannya?"

Aldi mengulurkan ponselnya, memperlihatkan rekaman cctv didalam kamar Salsa.

Saat itu Alesa menangis, dan Seren masuk. Entah berbicara apa tapi setelahnya Seren mencekik Alesa dengan begitu kuat. Bayangkan? Bayi mungil dicekik orang dewasa? Ternyata memang Seren sudah gila!

Ali melirik tubuh Seren yang ditutup kain, tidak menyangka 2 orang sekaligus meninggal dirumah ini.

Salsa datang, merebut tubuh Alesa dan menimang-nimangnya dengan sayang. "Apa cantik? Ini nda sayang, jangan nangis ya? Cup-cup-cup." Salsa tertawa. "Mau mimi? Uhh gemes banget."

Aldi yang melihat itu hanya mampu menangis, menikah dengan gadis yang serba tertutup tapi mudah tersenyum. Ya! Aldi jatuh cinta karena senyuman Salsa. Hingga tanpa mau cari tahu laki-laki itu menikahi bawahannya dikantor.

Aldi menghampiri Salsa, memeluk gadis itu dengan isak tangisnya. Salsa menoleh, menatap Aldi dengan bingung. "Kenapa nangis yah? Padahal anaknya lagi ketawa loh. Gemes ya?"

"Sadar, anak kita udah ga ada."

"IH! MULUTNYA!" Salsa beranjak menjauhi Aldi, memilih duduk disofa tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya. "Aku ngambek ya Aldi!"

"Maaf kedua jenazah harus segera dikuburkan. Cuaca sedikit mendung."

"SIAPA YANG DIKUBURKAN?!" Salsa memekik tidak terima saat seorang wanita tua mengambil alih Alesa. "ISH BALIKINNN!"

Aldi mendekat, memeluk Salsa dengan menenangkan. "Aldi! Anak kita ga pergi kan?"

"Iklasin sayang,"

Salsa menarik nafas, "ini pasti gara-gara manusia sialan itu!" Salsa mendekat pada bunda Dewi. "MANA ANAK LO?!" bentaknya memaju mundurkan tubuh bunda Dewi.

"Apaan sih?!" bunda Dewi menjauhi Salsa, dan Salsa beralih kepada gundukan didepan bunda Dewi.

"Nah pasti ini! Mati looo! Hahahaha!"

"SEREN MATI WOI! PSIKO GILA ITU UDAH GA ADA! DIA MATIIII! AYOK KITA PESTA!" pekiknya membuat beberapa orang melebarkan matanya dan beristigfar.

.
.
-bersambung.

Siapa yang seneng?! Oke fik kelen jahad:/

Mas Duda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang