PESIAR

3.1K 158 1
                                        

Holla haiii, apa kabar ni kalian? Semoga selalu sehat yaaaa
Selamat membaca!!!!!

Setelah tiga hari lamanya ku mengunggu akhirnya jadwal pesiar coming soon juga, aku mengambil pesiar hari sabtu sore kemudian ijin untuk bermalam di klaten. Dan saat ini aku sedang menjemput pujaan hatiku di tempat kerjanya. Berjalan jalan santai ala ala anak muda yang menikmati sabtu sore bersama pacar. Baru pertama kali ini aku benar benar mempunyai seorang pacar, pasalnya papa selalu ketat dalam mendidik ku bukan tidak boleh hanya saja aku takut, jika dulu semua temanku sudah berani menganalkan teman perempuannya kepada orang tua, dan di saat itu aku tak berani sama sekali mengenalkan siapapun kepada papa, iya aku takut saja jika papa marah karena menganggap ku tidak serius dalam mengejar mimpi malah mementingkan percintaan dimasa sekolah padahal mah mimpi ku ini bukan main main dan bukan juga hal yang mudah di lupakan menginggat perjuangan ku sedari kecil untuk mendapatkannya. Ya walaupun dulu aku punya banyak kenalan cewek wkwk, kata papa gini 'dahulukan cita cita dari pada cinta, karena manisnya cinta akan datang setelah terwujudnya cita cita' iyesss aku membenarkan kata kata itu, pasalnya saat ini banyak sekali wanita wanita yang entah DM-DM tak jelas di instagramku bahkan di WhatsAap pun begitu tapi tak terlalu ku tanggapi, mungkin di luaran sana menganggap sifatku seperti papa yang cuek, dan itu mungkin benar.

"By" seseorang itu mendekat dan melambaikan tangan ke arahku.

"Cantik banget ni anak presiden" candaku padanya

"Bisa aja"

Ya kalian tahu kan setelahnya seperti orang pacaran pada umunya, berjalan jalan lalu makan ,bercerita ,foto, dan sebagainya. Itulah yang ku lakukan ketika bertemu dengannya. Tidak bosan karena memang selain itu mau ngapain lagi. Tapi memang benar hari ini wajahnya berseri, rambut panjangnya yang harum juga bulu matanya yang lentik menambahkan poin tersendiri darinya untukku. Tak ada kriteria bagiku dia harus berhijab tapi memang lebih baik menutup aurat , aku juga sudah memberikan saran seperti itu padanya, entah lah ia memikirkan lagi atau sudah lupa.

"Yaudah by hati hati ya?" Aku mengangguk dan mulai menjalankan mobil menuju klatennya Mama.

Mama selalu bercerita tentang kota nya itu, memang yang ku lihat klaten itu kota yang indah,asri pokonya enak deh. Maka dari itu aku betah tinggal di rumah uti. Tak sabar juga bertemu uti dan kakung juga adek ku bandel ku itu. Sudah lama tak menjumpai mereka semua.

Membutuhkan waktu dua jam setengah akhirnya aku sampai di rumah bernuansa putih yang di sukai mama. Dengan ramainya orang di teras depan rumah uti, biasalah tetangga biasanya pada nggumpul disana. Aku memarkirkan mobil di depan rumah uti, lalu turun

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam "jawab semua yang berada di depan rumah uti

"Abiyu, ya Allah le udah gede sekarang"aku hanya tersenyum manis kepada embah yang memujiku

"Uti" aku meraih tangan uti dan menciumnya

"Udah makan belum? Yuk makan dulu masuk dulu" aku kemudian masuk ke dalam rumah uti, bau ruangan yang khas menambah rasa rinduku kepada mama.

"Ghefi abangmu udah sampai" teriak uti, di detik kemudian Ghefipun turun dari tangga.

"Abang!" Ia turun dengan tergesa gesa lalu memelukku kasar hingga tubuhku hampir jatuh tak seimbang, aku membalas pelukannya itu. Adik kecilku sekarang sudah tumbuh menjadi anak gadis yang cantik

"Ghefi kangen" manja anak itu

"Wes wes nanti abangmu nggak jadi makan" tegur uti, gehfi pun melepaskan pelukannya lalu mengikutiku ke ruang makan.

"Bang giaman udah dapet kostnya?" Tanyanya yang membuat ku terkejut, bukan karena apa pasalnya aku lupa jika aku diberi tangung jawab untuk mencarikan kost untuk ghefi, ah tapi mudah saja aku kan punya teman yang bernama Arnold si pawang ciwi ciwi.

ABIYUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang