Hm

3.3K 178 130
                                        

Malam pun tiba. Setelah makan malam ku dan bang Abi, eh Mas abi pun kembali kekamar.

Sedari tadi kami juga masih sedikit bicara dikarenakan kami masih sibuk membalas chat chat dari teman teman kami hingga capek ini jariku.

Hari ini memang luar biasa, hari yang singkat padat dan jelas bersama mas Abi. Sangat membahagiakan, menyenangkan, mengesankan dan menjadi sejarah dalam kehidupanku yang pastinya akan ku ceritakan kelak kepada anak anak kami

"Dek" demiapapun malunya sampai ke akar akar jika di panggil dengan sebutan dek oleh mas Abi

"Hm" jawabku

"Kamu tu mbok ya yang sopan sama suami loh" arghhhh ingin ku tendang paru parunya

"Iya. Apa mas Abi paling ganteng" ucapku tak sadar 

"Wah udah ngakuin nih kalo mas ganteng"

"Apaan sih" mas Abi tertawa di sofa

Heheh iya aku tidur di kasur, mas Abi tiduran di sofa entah nanti pindah atau tidak. Semoga saja ia tidak pindah agar keamaanku senantiasa terjaga dan tidak terusik wkwk

"Ah jam segini udah ngantuk" ucap mas abi mulai bangkit dari sofa

"Ya tidur, eh mau kemana?" Tanyaku terkejut

"Ya ini mau tidur di kasur, masa suaminya di suruh tidur di sofa, ya enakan di kasur yanggak?" Ucapnya sambil menaik turunkan alisnya. Hiii ngerii jadi takut sendiri ya Allah lindungilah hamba dari hal hal yang menakutkan Aamiin

"Arhhhh enaknya rebahann" mas abi tidur di sampingku dengan santai

"Dek?"

"Iya?"

"Kamu kan tau umur mas sekarang?" Aku menangguk

"Tau umur mama, papa, bunda , sama papa mertua kan?"

"Iya tau" jawabku serius

"Mas pengen cepet cepet punya momongan dalam pernikahan ini" astaga!

Ku mulai menelan ludahku dengan susah payah

"Boleh ya mas minta sekarang?" Kelarlah hidupmuu Aylaaaaaaaaa

"Hm?" Ahh susahnya menelan ludah kali ini. Aku harus jawab bagaimana

Jika ku menolak aku pasti akan di nasehati habis habisan dan di kira ku tidak ikhlas. Namun jika aku mau, aku di kira wanita apaa tolongg mann tolongg!

"Dek?" Mas Abi mengacaukan lamunanku

"Boleh ya?" Ucapnya dengan wajahnya yang polos itu, ahh tante Azkaa anakmu benar benar membuatku salah tingah. Kok tante sih, Mama deng

"Emmmm" jawabku mulai ragu

"Gimana?" Tanyanya lebut

Ku menggihit bibir bawahku

"Iyah" jawabku singkat dengan bismillah

"Yes! Alhamulillah" mas Abi dengan semangatnyaa bergegas berdiri lalu berlari ke arah pintu dan memastikan  pintu terkunci

Setelah itu ia berdiri di sebalik koper yang di siapkan bunda dari rumah.

"Heheh mas boleh mita satu lagi?" Tanyanya

"Iya?"

"Ganti ini ya sayang" Ah sudah tak dapat ku teruskan bercerita ini aku tak ingin menodai pikiran kalian. Lalu mati lampu-

Abimanyu POV

Haii selamat pagi dunia. Hari yang cerah indah, dengan senyum manis dari isteriku.

Alhamdulillah hehe

"Mas Ay udah siap ayo turun sarapan terus chekout " ku mengangguk lalu mengandengnya untuk keluar kamar

Iya hari ini terkahir aku dan Ayla menginap karena hanya  satu hari disini, selebihnya kan masih ada 2 acara yang belum selesai. Karena lusa akan ada boyongan manten di hotel yang lain, acara pedang pora.

"Mau nambah lagi sayang?" Tanyaku pada isteriku

"Em enggak mas, udah kenyang" aku mengangguk membantunya untuk berdiri

Setelah itu aku dan Ayla kembali kekamar lagi dan berberes beres untuk segera pulang. Kata papa nanti akan ada jemputan anak buah papa, jadi ku dan Ayla hanya menunggu nya saja

Ayla sangat cantik, membereskan seluruh ruangan dan memasukkan barang barang dari rumah ke adalam koper

"Masih sakit dek?" Tanyaku ragu

"Sedikit hehe" jawabnya dengan gigi yang menyengir

"Maaf ya" bisikku di telinganya

"Nggakpapa mas" jawabnya tersenyum manisss

Behhhh isterikuuu

Setelah semuanya beres dan jam sudah menunjukkan jemputan, kami pu  pulang kerumah baru kami maksudnya rumah dinas ku, memang jaraknya tak sedekat rumah papa dan papa mertua juga tak sebesar rumah para tentara senior lainnya. Jadi lets go untuk melihat rumah dan mengisi rumah baru itu.

Perbincangan singat di mobil pun mengasilkn kesepakatan bahwa kami akan santai mebgisi rumah dinas yang baru tersebut di karenakan dekat dekat ini masih ada dua acara yang belum terselesaikan, jadi setelah acara semua selesai kami baru akan membeli barang barang keperluan rumah tangga

Setelah sampai di depan rumah ku bingung, kenapa tidak ada mama atau bunda yang disini, sepi sekali

Yasudahlah mungkin mereka masih lelah dengan acara kemaren

Setelah membuka kunci ku di kejutkan oleh isi rumah. Iya rumah sudah di isi dengan sofa, tv, kulkas, dan peralatan rumah lainnya

"Surpriseeeeee!" Teriak Ghefi di belakang pintu, di susul dengan Mama , bunda , papa dan papa mertua yang di dalam kamar

"Loh"

"Abang, ini hadiah kecil kecilan dari Papa dan Papa mertuamu, semoga menjadi berkah juga bermanfaat" ucap singkat papa

Aku tersenyum, berjalan ke arah Papa dan papa mertua lalu memeluk mereka berdua. Tak dapat ku ucapkan bagaimnaa perasaanku saat ini dari sebelum lahir aku mungkin sudah menyusahkan papa dan mamaku ,kini hingga aku sudah besar dan sudah nemiliki keluarga kecil sendiripun masih menyusahkan meraka berdua, juga Papa mertua dan Bunda, aku sudah meminta anak sematawayangnya  untuk menemani sisa hidupku dan kini aku tambah merepotkannya . Terimakasih ya Allah kau memberikan aku orang tua yang sangat hebat

"Mah, ndaa terimakasih Abi ucapkan sebesar besarnya"

"Abi, tolong jaga Ayla yaa, Bunda titipin sama kamu, bunda percaya sama kamu. Semoga semuanya ini bermanfaat buat kamu juga Ayla" ucap bunda memegang pipiku

"Terimakasih nda"

"Ma, maaf abi banyak ngerepotin kalian semua"

"Hisss kamu bilang apa bang, Abang ngga ngerepotin ini kan cuma hadiah kecil kecilan dari kami, ngga ada artinya"

"Mama jangan bicara gitu ih, ini bermakna banget buat Abi sama Ayla, terimakasih ya Maa"

"Sama sama nak" aku memeluk mama

Maaf lama✌ semoga suka❤

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 04, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ABIYUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang