LIMA TAHUN BERLALU

1.5K 131 15
                                        

Holla haiii, apa kabar? Semoga selalu sehat dimanapun kalian berada.
Selamat membaca

''' LIMA TAHUN BERLALU'''

'Sebelumnya maaf banget baru kemaren di part sebelumnya ku memajukan alur satu tahun kemudian. Tapi hari ini  aku memajukan lagi limatahun kemudian karena memang jujur di tengah tengah atau bahkan  akhir cerita ini aku jadi kadang suka bingung dengan tema bahkan part yang mau aku buat. Semoga kalian suka dan tidak kecewa ya. Happy read'

Lima tahun berlalu benar benar masa yang tak mudah ku lewati berliku liku perjalanan yang harus ku tempuh. Hingga saat ini berpangkat Lettu jabatan baru tentu dengan tempat baru. Iya Di Lebanon

Kata Papa, beliau dulu juga pernah di tempatlan di sini. Waktu papa belum bertemu dengan mamaku. Aku benar benar meninggalkan keluargaku yang berada di tangerang lima tahun yang lalu. Tapi Alhamdulillah tak sia sia aku di pindah tugas disini karena disinilah karirku semakin maju kedepan. Tak sia sia ku menghabiskan airmataku ketika aku harus berjauh tugas  keluar negeri dari keluargaku demi negara ku tercinta. Memang ini sudah kewajibanku. Saatnya aku menunaikan

Jika kalian bertanya tentang Papa dan Mama. Alhamdulullah mereka berdua sehat sampai hari ini. Hanya saja Papa selalu mendesak aku untuk segera menikah. Karena terdorong pangkat yang sudah lettu kata papa dulu beliau mrenikah dengan mama saat sudah berpangkat Lettu jadi katanya ini adalah waktunya untuk menikah . Padahal selama limatahun bahkan lebih ini aku tak lagi berhubungan dengan perempuan manapun. Hanya ada satu kata Malas.

Ghefi? Ah ia sudah menjadi seorang dokter gigi yang sangat profesional. Adik ku benar benar sudah sukses sekarang. Pasti mama dan papa bangga terhadapnya.

Jika ku menginggat perpisahan kami lima tahun yang lalu

Flasback On

"Apa bener mau pindah tugas?" Tanya Ghefi di ambang pintu kamarku kala ku merapikan baju baju

Aku membuang nafasku kasar tapi pelan

Mengangguk lalu menatapnya

"Kok gitu, katanya abang mau disini terus sama Ghefi" ucapnya memanyunkan bibirnya

"Namanya tugas dek" balasku dengan nada lembut

"Tapi kan-"

"Sayang abang mu kan seorang tentara jadi abang juga harus siap di pindah tugas dimanapun. Ghefi paham kan? Sama seperti papa dulu nak" balas lembut mama yang ikut masuk ke dalam kamar dan duduk di sampingku

"Mama bantuin" katanya dengan senyum dan nada yang lembut

"Nanti di sana abang baik baik, enggak boleh neko neko ya. Ingat abang seorang tentara hebat, abang seorang anak dari Satria Yudha Bimantara. Abang turunan dari Bimantara. Yaa itu pesen mama" aku mengangguk melihat wajah mama yang juga nampak sedih melihat perpisahanku untuk ke aceh

"Iya betul kata mamamu, inget juga kata papa. Jadilah tentara yang berwibawa, berguna buat bangsa. Jika ada tugas Abimanyu kamu harus jadi pemimpin pertempuran ini ,Jawab Siap jendral! . Harus siap dimanapun di tempatkan dan harus punya mental yang lebih kuat. Sewaktu waktu ada apapun di medan perang, Ingat Allah selalu bersama kamu. Dari sini doa papa dan Mama terus terucap. Jangan takut mati karena negara" Papaku juga masuk ke dalam kamar mengelus rambutku tapi dari nada bicaranya seperti menyeramkan.

"Semua udah mama siapin, dari vitamin, obat juga kebutuhan pribadi kamu di tas yang mama udah siapin di depan" aku mengangguk

"Terimakasih ya ma" mama tersenyum

"Anak papa kenapa cemberut di depan pintu aja? Masuk lah sini duduk sama abang kesayangnmu" ajak papa pada Ghefi

Ghefi mulai merjalan ke arahku. Memelukku erat sangat erat. Ternyata ia menangis di balik itu

ABIYUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang