Hari demi hari berlalu, kini aku akan segera melepas masa gadisku H-1 aku akan menjadi seorang istri dari seorang tentara yang sangat hebat. Abimanyu Veron Bimantara, putra dari Om Yudha yang hebat juga tangguh, juga putra dari tante Azka yang tak lain dan tak bukan sahabat masa sekolah Bunda yang kini akan segera menjadi Mama Mertuaku juga besan Bunda.
Tak terasa waktu sebegitu cepatnya hingga aku tak tahu kapak aku neranjak dewasa, dalam hati mengatakan 'perasaan baru kemarin tes akpol sekarang udah mau jadi bini orang aja' wes rapopo di syukuri kata orang jawa. Iya ini adalah nikmat dari Allah yang sangat sangat indah, di balik ada lika liku cerita yang mungkin banyak menelan luka. Namun tak apa kini semuanya sirna, kisah percintaanku yang duli telah berakhir kini ku banggun kembali dengan bang Abi
Hari ini adalah acara siraman serta pengajian di rumah Papa kami mengadakan acara terpisah walaupun rumah papa dan om Yudha saling berdekatan. Aku di pingit tak boleh keluar apalagi menemui bang Abi entah tujuannya untuk apa. Yang penting aku dan ia sudah siap dan mantab untuk menikah esok.
Siraman hari ini di hadiri keluarga, ada Uti dan kakung ku juga ada teman teman dekat papa yang ikut mengawal acara hari ini. Eh enggak mengawal deng wkwk
Ini sangat ramai, tak kalah jika ada hajatan di desa, meriah juga banyak orang, sangat menyenangkan. Jika dulu aku hanya melihat lihat juga ikut berbahagia di pernikahan orang lain . Kini aku sangat bahagian di pernikahanku.
Sedari tadi perias mulai menata jilbabku juga memoleskan sedikit makeup di wajahku. Aku sudah berkalungkan bunga melati yang semerbak harumnya beh..
"Anak bunda" ucap Bunda di ambang pintu kamarku membuatku menoleh ke sumber suara
"Bunda" bunda mulai mendekatkiku
"Udah cantik ya, nggak kerasa mau jadi istri orang lain, perasaan kemarin bunda baru lahiran loh"
"Ah bunda bisa aja"
"Bunda ikut bahagia banget buat kamu sayang, selamat ya sebentar lagi jadi nyonya Abimanyu" ucap bunda dengan berlinang air mata
"Buda jangan nangis dong, kan udah di makeupin cantik nanti luntur" ucapku dan bunda mengahapus air matanya
"Ini air mata bahagia sayang"
"Iya tapi kan bahagia ngga harus mengeluarkan air mata kan bunda?" Ucapku bunda mengangguk. Lalu Mbak Layli memanggil Bunda untuk segera keluar dan memulai acara. Aku masih di kamar ya
"Asslamuakaikum warahmatullahiwabarakatuh" Pembawa araca mulai membuka acara
"Alhamdulillahi Robbil’alamin Washshalatu was salamu alaa asyrafil anbiyai war musalin, wa’alaa aalihi wa ash-habihi ajmain, amma ba’du."
"Kepada yang terhormat Bapak Candra, dan tidak lupa hadirin hadirat para tamu undangan yang kami hormati"
"Pertama-tama, ungkapan rasa syukur kita panjatkan ke Hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan kesehatan pada kita semua, juga yang telah memberikan kelancaran atas berlangsungnya acara ini.Karena atas semua karunia, limpahan rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga kita semua dapat berkumpul di tempat yang Insya Allah di muliakan ini, dalam keadaan sehat, guna untuk menghadiri undangan Keluarga Besar Bapak Candra dan Ibu Manda dalam acara Siraman putrinya yang bernama Nayla Azaria Sudarma dengan saudara Abimanyu Veron Bimantra dari keluarga Besar Bapak Satria Yudha"
"Yang kedua, shalawat serta salam kita sanjung agungkan kepada baginda Rasullah Muhammad SAW, yang telah membawa cahaya iman dan islam ke dalam kehidupan kita, yang selalu kita tunggu syafa’atnya di Yaumul Akhir nanti."
"Marilah kita mulai acara ini dengan membaca lafadz, Basmallah."
"Bismillahirahim" ucapku
"Baiklah, acara pertama yaitu Pasang bleketepe saha tuwuhan. Kepada Bapak Candra dipersilakan."
KAMU SEDANG MEMBACA
ABIYU
RandomMungkin aku tak mengerti banyak tentang mu dan hidupmu. Tapi disinilah kita di pertemukan dengan jalan yang berbeda. Rasa itu tumbuh dengan seiring waktu sehingga aku ingin selalu bersamamu. Melewati suka dan duka di sisa sisa hidupku hanya bersamam...
