DRAMA MALL

1.4K 135 10
                                        

Yaa ini hari yang di tunggu mama agar aku dan Ayla jalan berdua keluar zona nyaman kami. Iya memang beberapa hari yang lalu kami sangat sibuk dengan pengajuan, namun hari ini aku dan Ayla berkesempatan untuk merefresingkan pikiran dan juga mencari  barang yang mama suruh.

"Ay mama udah kirim foto barangnya?" Tanyaku menatap Ayla saat kami akan berangkat

"I-itu anu bang emmm" wajah Ayla yang tadi tersenyum kini berubah menjadi panik, rapi kenapa ia panik

"Iya apa?" Tanyaku lagi

"Em nanti aja deh bang Ayla tunjukin di sananya" aku hanya meng iyakannya saja , aku berpikir mama pasti menyuruh Ayla dan aku untuk membeli pakaian yang neko neko atau yang aneh aneh

Setelah perjalanan sekitar tiga puluh menit akhirnya kami sampai di sebuah Mall di tanggerang. Cuaca siang hari ini memang panas , jadi aku mengajak Ayla untuk makan siang terlebih dahulu sambil bertanya tanya tentang pekerjaan

Dengan cara lain kami sama sama terjun ke dunia militer jadi pasti pembahasan kami pasti akan seputar keinginan tugas berikutnya. Di karenakan kami akan menikah kemungkinan Ayla akan bertempat sama atau satu wilayah dengan tempatku di tugaskan. Jadi kami kemungkinan tidak akan LDR seperti Arnold dan pacarnya dulu, eh maksudnya mantannya. Canda nold

Setelah makan siang selesai lanjut untuk membeli barang yang di maksud mama dengan aku masih belum tahu barang apa itu

"Bang Ay tanya sama pelayannya aja ya" aku mengangguk lalu berjalan mengikuti Ayla dari belakang

"Mbak mau tanya barang seperti ini ada kan ya?" Tanya Alya sembari melihatkan ponsel pada mbak itu

"Ada, mari silahkan saya hantar" kemudian aku dan Ayla jalan mengikuti arah mbak tadi untuk menunjukkan barangnya

"Ini mbak silahkan" Wowwwwwww

Betapa aku terkejut di depan ku dan Ayla ada baju seperti itu, aku sidah berfirasat tak enak dari tadi, demi apa mama benar benar menyuruhku dan Ayla untuk membeli baju seperti ini. Padahal kan bisa mama sendiri yang beli atau tante Manda, entanlahlah aku tahu mama pasti sengaja dengan ini.

Jujur aku sedikit malu dengan mbak pelayan ini, apalagi dengan Ayla ia jadi bersifat canggung kepadaku

"Ini mau nikah ya mas mbak?" Tanya mbak itu

"Iya mbak, em tolong calon istri saya di bantu memilih yang baik juga yang bagus ya mbak" kataku kepada mbak itu

"Saran saya masnya aja yang milih, soalnya kan-"

"Iya mbak" ku potong pembicaraan pelayan tersebut, tak mau mendengarkan lebih lanjut.

Ayla POV

Dasar benar benar memalukan.

Kenapa Bunda dan Tante Azka memberikanku dan bang Abi tugas memebeli pakaian seperti itu ya Allah. Malu + canggung rasanya jika melihat Bang Abi yang juga mungkin bingung

Bang Abi mulai melihat lihat dan memilih baju itu. Ya kalian pati tahu baju apa yang ku maksud , yes! Baju haram pada umumnya.

"Em Ay kamu suka yang mana?" Allahuakbar udah malu di suruh milih lagi

"A-abang aja yang milih"

"Warna merah aja gimana?" Tanyanya lagi, aku hanya mengangguk setuju, karena tak tahulah gelap

"Mama suruh beli berapa?"

"Tujuh" jawabku sambil menunjukkan jari

"Banyak kali untuk ganti ganti apa ya" kata bang Abi yang mampu membuat panas Pipiku. Lagi pula kenapa harus sebanyak itu , toh pasti tak terpakai kan denganku.

ABIYUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang