PESIAR TERAKHIR

2.2K 140 0
                                        

Holla siapa ni yang nunggu ceritanya Update, maaf ya baru sempet sekarang. Selamat membaca!!

Selamat pagi magelang, hari ini pesiar terakhirku menjadi seorang taruna Akademi militer. Pagi ini setelah sholat subuh aku mengajak beberapa temanku yang di ataranya si buaya Arnold , Bima, Erik untuk pesiar di Rumah Mama di klaten. Iya aku sering mengajak mereka di rumah Mama ataupun rumah uti. Tapi kali ini mereka akan ku ajak ke tempat wisata yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya. Semua rekan ku sudah siap dengan baju kebanggan kami saat pesiar menambahkan ketampanan kami meningkat.

"Bi ini ke klaten lagi kan?" Tanya Erik

"Iyo i nanti kita bermalam di rumah mama gue aja" jawabku seraya aku memakai sepatu.

"Kok rumahnya selalu sepi bi?" Pertanyaan yang sangat menarik

"Yakan lu tahu mama sama papa gue" Erik hanya cengar cengir saja, sebenarnya juga sayang sih rumah yang lumayan besar menurutku tak selalu di tempati.

"Woeee ayo cepat lah , waktu adalah uang" ucap Arnold berdiri di depan pintu, aku memutar bola mataku malas, si buaya mulai beraksi

"Halah padumu mur arep golek wedokan" ucapku dengan bahasa jawa  entah mereka tahu atau tidak artinya
(Halah , pengennya mau cari cewek)

Setelah perdebatan singkat itu aku dan rekan rekanku naik ke mobil dan melaju menuju ke klaten tercintanya mama. Setelah sekitar dua jam kami akhirnya sudah sampai di rumah sederhana mama. Iya sih memang dekat rumah uti jadi berniat istirahat sebentar lalu jalan kaki saja ke rumah uti.

"Laper Bi" keluh kesah Bima

"Sama sih, kerumahe utiku aja yo, jalan kaki" semua langsung pada bangkit dari duduknya dan berjalan sesuai yang ku tunjukkan.

"Edan edan enak banget udara klaten, beda lo sama Jakarta" kata Arnold  (edan : Gila)

"Iya lah makanya besok dapet aja lu orang klaten"

"Adik lu boleh?" Ia menyengir bahagia ke arahku

"Gua gampar lu" kata ku sok galak.

Kalian tau? Sepanjang perjalanan ke rumah uti pasti saja ada orang lewat melihat kami hingga serius, sebenarnya ada apa yang salah dari kami?

"Eh nanti kalian jaga sikap jangan sembrono nanti utiku ngadu sama papa bisa di jadiin ayam bakar kalian" wajah mereka terlihat serius sekali padahal aku hanya bercanda

"Assalamualaikum ti" Masih tak ada jawaban

"Waalaikumsalam" jawab Uti yang membuka pintu rumah , berlanjut dengan mencium tangan uti.

"Lho sama temen temen , ayo le masuk dulu, uti habis masak sama Ghefi" mendengar kata Ghefi kalian tau Arnold matanya menjadi jernih entah kenapa sih dia.

"Siapa ti" Teriak Ghefi dari dapur

"Abangmu nduk" dan semenit kemudian ada anak perempuan yang lari terbirit birit dan mengarah keadaku.

"Abang!" Ia memelukku, padahal beberapa hari yang lalu kami bertemu.

"Eh ada temennya abang maaf maaf" Si arnold sudah beraksi pasti

"Udah ayo temen temennya Abiyu masuk yo makan dulu"

Ya beginilah keluargaku, asik juga humoris, kami pun makan sajian dari uti dan Ghefi. Memang uti, mama, dan gehfi mempunyai tangan yang ajaib bisa memasak seenak ini.

"Dek"  Ghefipun menengok ke arahku

"Em nanti kamu ada acara nggak?" Ia menggeleng.

"Jadi pemandu wisaga Abang sama temen temen abang ya, kan kamu yang tahu segalanya di kota ini" Ghefi nampak melirik Uti dan uti memperbolehkannya.

ABIYUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang