XXXI

4.5K 304 97
                                        

Hati-hati kesalahan nama dan typo, koreksi boleh. Harap maklumi ya, suka khilaf ngetik nama soalnya.

* * * * *

Harinya telah datang. Keluarga besar Rima yang berasal dari luar Jakarta telah sampai secara serempak saat sabtu sore, sebelum acara pengajian berlangsung. Ada yang menempati rumahnya dan Resa, ada yang menempati rumah kerabat lain yang masih berada di sekitaran Jakarta dan sisanya memilih menginap di hotel. Kini calon pengantin perempuan yang akan menaiki jenjang lain kehidupan sedang terduduk diam menanti pemanggilan dirinya ke luar ruangan. Ya. Acara akan segera dimulai. Pihak keluarganya sedang menyambut kedatangan calon mempelai pria. Sedangkan Rima di temani oleh Rosa dan Erin yang bertugas sebagai pendamping.

"Yuk. Udah siap Rim. Pak penghulu juga udah datang." Salah satu sepupu Rima masuk kedalam ruangan mempelai dan juga memberitahukan jika keluarga Keanu telah di terima.

Dengan cekatan, Erin dan Rosa membantu Rima yang kini mengenakan kebaca putih dengan hiasan melati dikepalanya.

Sepupunya yang diberikan titah sebagai perantara memimpin jalan dan diikuti oleh Rima yang berada dalam gandengan lengan Rosa dan Erin. Rima terlalu merasa gugup sampai-sampai ia tak mampu mendongakkan kepalanya. Ditambah konde yang menghias bagian kepalanya yang rasanya berat sekali. Pengalaman pertamanya tak semendebarkan ini menurut Rima. Dulu ia hanya diam dan tak merasakan gemuruh heboh di dadanya. Tapi sekarang, Rima benar-benar yakin jika organ dalam di tubuhnya sedang melakukan pesta hingga membuat tubuh luarnya ikut lemas.

"Selamat datang kepada calon mempelai perempuan, Khireima Judith." Sambutan selamat datang menyapa keempatnya setelah melewati jalan menuju tengah aula yang sudah ditata meja dan kursi untuk berlangsungnya ijab-qabul. "Silahkan menduduki kursi disebelah Akang Mas yang tampannya Masyaallah itu." Lanjut si pembawa acara hingga menghadirkan tawa para tamu undangan.

Masih di bantu oleh Erin dan Rosa yang mengenakan seragam yang sama seperti keluarga Rima lainnya, si calon pengantin duduk dengan anggun dan perlahan. Kedua perempuan itu merapikan bagian bawah kebaya Rima dan segera memasangkan selendang putih diatas kepala Rima dan Keanu yang tingginya amat timplang. Padahal keduanya sama-sama duduk. Salahkan saja tubuh Keanu yang terlalu menjulang.

"Selanjutnya, kepada Bapak Ustad dipersilahkan memulai pembacaan ayat suci Al-Qur'annya." Lanjut si pembawa acara.

Tak membutuhkan waktu tunggu yang lama, alunan ayat suci Al-Qur'an mengalun merdu. Rima yang masih saja menundukkan kepalanya berusaha sekuat tenaga menahan air matanya. Suara yang melantunkan ayat suci Al-Qur'an benar-benar menyentuh hatinya.

15 menit berlalu dengan lantunan ayat suci, pembaca acara kembali menyebutkan langkah selanjutnya setelah Ustad yang membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an menutup kitab Al-Qur'annya.

"Acara selanjutnya adalah Khutbah yang akan disampaikan oleh Bapak penghulu yang terhormat." Mic yang telah berada di tangah seorang penghulu yang duduk tepat di hadapan Rima mengetuknya hingga menimbulkan bunyi desing pelan.

"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.." jawaban salam serempak mengisi heningnya aula yang akan digunakan untuk akad nikah dan resepsi Rima—Keanu.

Pembacaan hamdalah, istigfar dan permohonan ampun menjadi pembuka si penghulu dalam khutbah singkatnya.

Membaca Q.S An-Nisa', penghulu membacakan artinya kemudian. "Wahai Manusia bertaqwalah kamu kepada Allah yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu. Kemudian Allah ciptakan pasangannya dari dirinya. Dari keduanya Allah kembangkan laki-laki dan wanita." Lalu petuah-petuah mengenai bagaimana kehidupan berumah tangga kelak mengalun dengan disisipi candaan. Si penghulu tak lupa menerangkan bagaimana hak dan kewajiban bagi seorang suami ataupun istri setalah serah terima selesai dan keduanya dinyatakan sah sebagai pasangan suami-istri.

end | GRAVITYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang