Kami bertiga menuju ke kepolisian Droid. Tempatnya sangat bersih dan penuh dengan teknologi. Ada beberapa Droid yang ditanamkan program bela diri di dalam programnya. Beberapa Droid bisa menghadapi pelaku kriminal yang sedang mengamuk. Mereka tidak menyakiti manusia, apalagi membunuh manusia. Mereka tidak dilengkapi oleh senjata pembunuh, hanya senjata pembius dan stun gun. Meskipun pelaku kriminal itu berbahaya, mereka tidak akan membunuhnya.
Aku melihat sebuah papan aturan yang dipajang di perkotaan Droid dan aturan itu bukan hanya untuk Droid, tapi juga untuk warga yang tinggal di dalam perkotaan Droid.
1) Droid tidak boleh membunuh manusia
2) Wilayah Droid tidak mengizinkan Groening
3) Droid tidak diizinkan berbohong
4) Harus menjaga keharmonisan antara manusia dan Droid
5) Bekerja atas nama Froix.
Peraturan itu ditulis dalam bahasa Droid. Aku tidak bisa membacanya, yang tahu bahasa ini cuma mantanku. Dia sering berkomunikasi dengan Droid selama ini. Dan yang membantu menerjemahkan untuk Detektif Halim cuma Elizabeth. Dia menggunakan alat penerjemah yang dapat mengubah bahasa apa saja. Tapi, sungguh sesuatu yang sangat memalukan jika penerjemahnya adalah seekor anjing.
“Permisi.”
“Bisa saya bantu, Pak?” Jawab salah satu Droid berwujud perempuan berkulit putih.
“Kami bertiga dari kepolisian pusat Kota Yraquela. Kami membutuhkan database kalian untuk mencari Droid yang kami ingin cari. Saya ingin berbicara dengan atasan kalian yang berhubungan dengan bagian kasus pembunuhan.”
“Baik, tunggu sebentar. Saya akan memanggil superiour saya.”
Beberapa menit kemudian, aku melihat superiornya yang mengatur bagian kasus pembunuhan. Wujudnya terlihat seperti orang kulit hitam atau African American yang berbadan besar. Wajahnya sangat tampan, aku bisa tahu kalau Droid ini seorang laki-laki. Kadang Droid terlihat semuanya sama, kadang seperti androgini.
“Bisa saya bantu? Saya Heltz Veltor. Saya superior di bagian kasus pembunuhan. Anda bisa memanggil saya Detektif Veltor.” Droid itu memakai nama Droid dan bukan nomor seri lagi. Droid telah disahkan untuk memiliki nama seperti manusia. Aku mulai mengecek dia dengan Celibrox-ku. Droid itu memiliki upgrade yang sempurna dan software yang dimasukkan ternyata adalah program bela diri dan beberapa program untuk menggunakan macam-macam senjata api. Dia memiliki nomor seri dan nama manusia dan jabatan tinggi dalam kepolisian, yaitu Letnan.
“Detektif Veltor. Saya ingin bantuan Anda untuk menunjukkan database Droid dan Cyborg. Saya memperkirakan kantor kepolisian Droid menyimpan data seri yang lengkap.”
“Kalau begitu, Anda semua ikut dengan saya.”
Kami bertiga dibawa ke sebuah ruangan yang sangat mirip dengan Virgil. Ruangan yang lebih sepi ini bukan bernama Virgil, melainkan Brexion. Brexion berasal dari kisah mitologi Droid. Dia adalah seorang Dewi Droid yang memantau anak-anaknya yang sedang bertualang. Brexion adalah artificial intelligence yang sangat canggih dan bisa membaca semua gerakan melalui kamera. Kamera yang ditanamkan di perkotaan Droid sangat banyak, bisa dibilang jumlah kamera keamanan terbanyak di dalam Kota Yraquela ada di perkotaan Droid. Alasannya, supaya tidak terjadi pertikaian antara manusia dan Droid. Tapi, rasanya bukan itu alasannya, melainkan pemerintah pusat tidak percaya dengan Droid.
Detektif Veltor menghidupkan Brexion dengan hanya menggerakkan tangannya. Aku perkirakan Brexion akan aktif bila Droid masuk ke dalam ruangan itu. Brexion hanya menyimpan data dan informasi kriminal lainnya. Brexion tidak seperti Virgil, mengetahui letak si pelaku dan Virgil membutuhkan bantuan manusia untuk melacak pelaku kriminal. Brexion hanya menyimpan data dan data-data tersebut diperiksa dengan teliti oleh para Droid khusus. Pemeriksaan itu dilakukan 1 hari setelah data-data terkumpul.
“Saya ingin Anda memeriksa Droid ini.” Detektif Halim menunjukkan wujud pembunuh yang sedang mengacaukan Kota Yraquela.
Detektif Veltor mengambil data dari Detektif Halim dan langsung memeriksanya. Dia meng-scan wujud pembunuh itu.
Aku melihat banyak informasi muncul di tubuh Droid itu. Ia memiliki nomor seri yang berbeda-beda dalam tubuhnya. Aku merasa ada sebuah keganjilan dalam diri Droid itu.
“Bisa Anda jelaskan apa yang terjadi, Detektif Veltor?” Detektif Halim langsung menanggapi situasi.
“Saya rasa tidak mungkin ada lagi. Sebab orang itu sudah tidak ada di dunia ini.”
“Apa yang Anda maksud?”
“Tubuh ini adalah kumpulan korban Droid yang ada di kasus Necroidphilia. Pembunuh itu sudah tidak ada lagi. Siapa yang memakai tubuh Droid ini?”
KAMU SEDANG MEMBACA
Kancil dalam Boneka
Science FictionYraquela merupakan sebuah kota yang sangat maju. Kota itu bisa disebut kota utopia masa depan pada abad ke-26. Kota dengan teknologi yang sangat maju ini dibangun oleh sebuah perusahaan terkenal, yaitu VOX Corps. Meskipun begitu, di kota yang tenang...
