Pembawa acara menanyakan pertanyaan terakhir untuk Dal Po, semua tegang menunggu jawabannya. Chan Soo seperti terlihat meremehkan Dal Po yang paling bodoh di kelas. Di detik terakhir, Dal Po bisa menjawa pertanyaan itu.
"Jawabannya adalah, Kevin Bacon." ucap Dal Po. Pembawa acara menyatakan jawaban Dal Po benar dan ia bisa berhadapan langsung dengan Chan Soo. Dal Po menatap studio tempat syuting kuis.
"Aku membulatkan tekadku setelah peristiwa mengerikan 5 tahun yang lalu." Gumam Dal Po
Ingatannya kembali ke masa lima tahun yang lalu.
Kakaknya, Jae Myung yang marah-marah pada wartawan meminta semuanya tidak merekam tempat kejadian adik dan ibunya meninggal. Lalu Ibu Ha Myung memeluk anaknya, mengajak untuk bersama-sama bertemu dengan ayahnya.
"Tidak dekat-dekat dengan stasiun TV. Tidak berhubungan dengan orang-orang TV dan tidak bahkan berbicara dengan mereka. Aku menjaga tekad ku tetap kuat dan yakin tidak akan pernah terpengaruh"
"Alasanku melanggar janjiku sendiri dan berdiri di panggung ini adalah rahasia yang ingin terus kudilindungi
lebih dari janji yang telah kubuat"
Si pembawa acara memanggil Ahn Chan Soo untuk bergabung di atas panggung. Mereka akan memulai babak pertama dari persaingan antara posisi pertamadan terakhir, siswa dari sekolah yang sama.
[Dua Minggu Sebelumnya - September 2005]
Dal Po dan In Ha pamit pergi kesekolah bersama. Kakek menyuruh Dal Po untuk menjaga keponakannya, sambil sibuk melakuan sesuatu di luar rumah. Ia juga meminta In Ha untuk mendengarkan ucapan pamanya.
Tiba-tiba, In Ha seperti merayu kakeknya dengan manisnya sambil mematahkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Kakeknya seperti sudah tahu kemauan cucuknya, ia mengatakan dirinya itu tak punya uang.
"Berhentilah pelit dan belikan aku sepeda. Kalau tidak, aku akan kabur dari rumah!" rengek In Ha
Kakeknya mengumpat In Ha itu semakin menyebalkan. Menurutnya untuk apa memiliki sepeda sendiri kalau Pamanmu memberimu tumpangan. In Ha ingin mengadu, Dal Po langsung memegang mulut In Ha supaya tak bicara dengan jelas.
"Itu karena paman selalu..." kata-kata In Ha berhenti karena Dal Po sudah membuat bibirnya seperti bebek. Akhirnya ia mengatakan malu karena harus menumpang terus dengan pamannya. Dal Po tersenyum, ia mengajak In Ha pergi bersama.
Keduanya tersenyum meninggalkan rumah, kakeknya berpesan supaya keduanya lansung pulang kalau sekolah sudah selesai.
Di tengah jalan, In Ha meminta Dal Po untuk menurunkanya di tengah jalan. Dal Po berhenti, ia membiarkan In Ha turun dari gerobaknya. Dari kejauhan ia melihat ayah In Ha yang melihat Dal Po menurunkan In Ha. Sementara In Ha sendiri menalikan sepatunya, lalu berlari sekuat tenang.
Sampai di perahu nafasnya terengah-engah, Dal Po sudah duduk dengan manis di atas perahu. Tapi In Ha kena maraha oleh si pemilik kapal karena In Ha selalu saja datang terlambat.
"Semua anak-anak ini selalu terlambat ke sekolah karenamu!" umpat si pemilik kapal
In Ha hanya bisa meminta maaf dan mencoba mengatur nafasnya.
In Ha memberikan wajah sinisnya pada Dal Po. Tapi Dal Po merasa tak bersalah karena In Ha sendiri yang meminta turun. In Ha sadar kalau pamannya itu tak suka kalau ia menumpang sepedanya. Dal Po mengakui hal itu.
"Apa kau begitu membenciku?" tanya In Ha.
"Ya tentu saja......" jawab Dal Po
"Kenapa kau sangat membenciku? Apa kau menganggapku musuh atau semacamnya?" teriak In Ha kesal
KAMU SEDANG MEMBACA
Pinocchio
RandomDrama Korea "Pinocchio" adalah drama Korea terbaru yang tayang perdana pada tanggal 12 November 2014. Drama komedi romantis ini lama ditunggu-tunggu para pecinta drama yang ingin menyaksikan kolaborasi dua aktor muda Korea yang memiliki popularitas...
