25

2.2K 125 24
                                        

"lo siapa ya?" tanya ellen.

"seharusnya aku yang tanya kamu, kamu siapa? Kok deon peluk kamu!" kesal cewe itu.

'loh kok jadi dia yang kesel? Kan seharusnya kan gw' batin ellen.

"oh lo belom tau ya, kenalin gw ellen alexsander parker" ucap ellen.

mendengar marga alexsander dia pun menatap ellen dari atas hingga bawah.

"kenapa? Gw cantik? Emang kok! Iya gak deon?" tany ellen.

"cantik bangett!" jawab deon.

"tuh denger" pede ellen.

"kamu siapa deon sih!" tanya cewe itu.

"seharusnya gw yang tanya lo, lo siapa nya deon?" tanya ellen.

"aku sahabat kecilnya baru pindah dari london yang akan jadi pacar deon!" ucap cewe itu.

"idih pede banget lo!" ucap ellen.

"kenalin gw pacarnya deon" ucap ellen lagi.

Mata cewe itu pun melebar.

"mami kok dia bisa pacaran sama deon sih, katanya deon punya caca"  ucap cewe yang bernama caca itu.

"kan itu dulu, lagian deon juga gak mau sama kamu" jawab mami.

Ellen pun tersenyum mendapat pembelaan dari mami.

"udh deh lo mendingan pergi" ucap deon risih.

"tapii...  Papi" rengeknya pada papi.

"sudah caca mending kamu pulang ini sudah mulai sore menjelang malam" ucap papi.

"tapi kok dia boleh" ucap caca tidak terima ellen masih disini.

"biarin kan dia nanti nginep sama gw" ucap kak dior sinis.

"udh deh lo pulang sebelum gw seret" ucap kak leon.

Akhirnya caca oun terpaksa pulang.

"kalau bukan anak temen, udh gw usir dari tadi" ucap mami.

Ellen pun tersenyum.

"memang kenapa sama si caca itu mi?" tanya ellen.

"dia itu kekanak kanakan, udh gitu apa pun yang dia mau harus di turutin, dah gituh suka dengertin deon padahal deonnya gak mau. Bahkan deon sampe pindah sekolah" jelas mami.

Ellen pun hanya mengangguk. Lalu kak dior pun langsung meminjam ellen dari deon. Sedangkan deon hanyabbisa menghela nafas sajah.

"udh lah bro, nasip lo gak jauh beda sama gw" ucap kak leon lalu pergi.

Akhirnya ellen pun menginap di sana. Dia sudah meminta izin pada keluarhanya dan mereka pun mengizinkannya.






Disisi lain...

"dimana shalsa?" tanya cewe itu.

"dia bilang dia pergi menginap di rumah temannya" bohong cowo itu.

"teman? Dia mempunyai teman?" heran cewe itu.

"iya, dia mempunyai teman saat masuk ke sekolah itu" ucap cowo itu.

"baik lah tetap awasi mereka" hcap cewe itu lalu pergi.

"dengan senang hati" jawab cowo itu.

'berjalan sesuai rencana, aku tidak akan membiarkan kau merusak keluarga itu' batin cowo itu.

Lalu cowo itu pun pergi.











Disisi ina dkk dan lukas dkk...

"jadi kita gak boleh bunuh dia ya" sedih fia.

"gak boleh, tadi ellen sama aunty cella udh bilang dia itu masih kita butuhkan sebagai umpan" ucap ina.

Mereka telah menyiksa shalsa itu. Terlihat pipi salsa sudah di penuhi darah, tangan dan kaki pun sudah tidak mulus lagi, sedangkan perut shalsa sudah di ukir tulisan BRM disana.

"tapi gw belom puas" ucap lukas.

"hmm keknya ellen nyimpen beberapa orang untuk di siksa" ucap kimi.

Kimi pun menelepon ellen.

'halo'

"len, lo ada curut yang bisa di bunuh atau disiksa gak?" tanya ellen.

'emm seinget gw ada banyak, kalian liat ke sebelah ruang bawah tanah cewe itu ajah. Kalau gak asalah ada 24 orang. Belom sempet gw siksa mereka' ucap ellen.

"kita boleh bunuh dan siksa mereka gak?" izin kimi.

'boleh, lagian gw keknya gak punya waktu' ucap ellen.

"ok makasi len" ucap kimi.

'tapi inget ya, setelah kalain bunuh besok gw kesana liat karya kalian yang paling bagus gw traktir' ucap ellen.

"siap deh"

Tut tut tut




"Gimana?" tanya raka.

Kimi pun menjelaskan apa yang di sampaikan ellen. Ina dkk dan lukas dkk pun bersorak senang karena dapat mainan. Siapa sih yang gak suka kalau dikasih mainan?



























Jangan lupa vote ya guyss

Sampai bertemu hari jumat!!!

❤❤

Ellen's Life [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang