34

2.1K 135 30
                                        

"ELAN!!" teriak mereka.

mereka pun menghampiri elan.

"kamu gak papa boy?"

"ada yang sakit?"

"kamu butuh apa boy?"

beberapa pertanyaan di lontarkan Rafael, erland, dan reviano.

"bias diem?" dingin kenzi membuat mereka terdiam.

Brylee pun mengecek keadaan elan karena Brylee memang selain seorang CEO dia juga seorang dokter.

"gimana?" tanya kenzi.

"detak jantungnya stabil, tekanan darahnya juga stabil, dia hanya butuh istirahat lagi" jawab Brylee.

"ellen" lirih pelan elan.

"hah?"

"ellen, dimaan ellen" ucap elan.

kenzi pun tersenyum, dia senang elan tau juga ellen khawatir pada nya.

"kamu kembali cepat karena ellen?" tanya Rafael.

elan pun mengangguk lemah.

"dia baik baik ajah, walau tadi dia sempet gak mau makan tapi dia udh membaik" ucap kenzi.

"besok kita akan membawa ellen" ucap erland di angguki yang lain.

"kalau gitu sekarang kamu istirahat" ucap Brylee.

elan pun mengangguk lalu tertidur.

pagi

"hari ini kita ke rumah sakit" ucap mama.

"iya, ada kabar tentang elan" ucap papa.

ellen yang sedang minum pun tersedak. mama, papa, ina, dan remy dkk pun panik melihat muka ellen yang memerah.

"elan kenapa?" tanya ellen.

"elan baik baikajah, tadi malam dia sadar" ucap mama.

"bagaimana bias? bukanya kata dokter elan koma?" tanya ellen.

mama pun tersenyum.

"elan cepat sadar karena khawatir kalua kamu nangis terus gara gara dia ketembak" ucap papa.

ellen pun terdiam.

'bias bisanya dia khawatir sama gw disaat dia berada antar mati dan hidup' batin ellen.

"elan sayang sama kamu makanya dia cepat sadar!" ucap remy.

ellen pun mengangguk lalu siap siap.

dirumah sakit.

"makan boy, kamu belom makan!" ucap erland.

"gak nafsu uncle"ucap elan lemas.

"tuh kamu udh lemas boy, kamu butuh makan!" ucap kenzi.

"sini biar ellen suapin" ucap ellen yang dating tepat waktu.

"ellen" ucap elan.

ellen pun berlari menghampiri elan lalu memeluknya.

"kangen" manja ellen.

elan pun terkekeh, dia rindu dengan sikap manja ellen ini.

"sini tiduran" ucap elan bergeser.

"sambil makan ya" ucap ellen yang sudah duduk di sebelah elan.

"enggak ah, tawar" tolak elan.

"kalau gitu ellen pulang deh" ucap ellen.

"ehh jangan, iya elan makan" pasrah elan.

lalu ellen pun menyuapi elan. sedangkan yang lain mereka tersenyum melihat kedua anak kembar ini.

Ellen's Life [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang