Kita tidak bisa,
Berada dalam satu lingkup dengan mereka yang tak selaras dengan kita,
Yang berbeda cara berjalan, berdandan dan cara bagaimana mereka hidup.
Akan kehilangan kata, setelah mendengar cerita dari setiap mulut mereka.
Akan kehilangan percaya diri, setelah mereka menunjukkan gaya hidup sehari-harinya.
Bukan kita tidak mencoba beradaptasi,
Bahkan berjuang lebih sudah kita jalani agar sejalan atau sekiranya sejajar dengan mereka.
Bukan pengakuan yang kita dapatkan,
Justru pengabaian setelah apa yang telah kita perjuangkan.
Kita tak ditakdirkan senasib dengan mereka,
Kita berjalan di jalur yang tak sama dengan mereka,
Adaptasi kita tak semudah seperti mereka memutuskan mau makan apa saja.
Kita tidak senasib, kita harus pulang kita akan kembali.
Kita akan kembali,
Ketempat dimana kita merasa nyaman
Kembali melangkah dijalan yang tepat untuk menapaki hidup
Menemukan cara bahagia sesuai dengan batas kemampuan kita,
Tanpa perlu beradaptasi secara berlebihan
Dengan alaminya kita membaur menjadi satu.
Kita akan kembali,
Kepada mereka yang senasib
Mengerti, sekalipun dengan isyarat helaan berat nafas yang diperdengarkan.
Kembali pada pelukannya,
Menyalurkan setiap energi.
Tanpa perlu ada janji ataupun kompromi.
Tak ada yang perlu dipaksakan disini,
Bahkan jika mereka adalah teman lama yang pernah bertahun-tahun hidup bersama,
Tetap saja kita akan kembali pada bagaimana kita berasal.
Kita kembali
Nyaman dengan orang yang sama dengan kita.
Kita akan kembali,
Tanpa meninggalkan yang lain..
Pasti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bayang
PoetrySemakin aku dalam kesunyian Semakin aku mengingatmu Semakin jelas pula wajahmu, tawamu, suaramu Apapun itu yang melekat padamu hadir tanpa permisi Bukankah kita tak pernah bersatu sebagai sepasang kekasih Sejak awal pertemuan Kau tak memiliki hak u...
