Harusnya saat ini aku sudah baik-baik saja,
mengingat banyaknya waktu yang sudah aku lewati sendiri sejak saat itu.
Harusnya sudah tak mengapa aku melangkah keluar dari balik pintu yang sengaja aku kunci,
mengenal sekeliling yang mungkin memiliki rasa penasaran.
Harusnya aku sudah bebas dari belenggu yang aku simpul sendiri,
melihat bahwa kenyataannya aku tak pergi kemanapun juga.
Harusnya sudah saatnya aku menerima kehadiran orang asing seperti aku menerimamu saat itu
melupakanmu secara garis besar
melepaskan diri dari kesendirian yang semakin mendarah daging
menyadari bahwa keadaan sudah tak seburuk dulu,
seharusnya seperti itu.
Kendati demikian,
harus seperti apa aku berdiri dengan sadar akan keadaan
Ketika bayangmu yang dari waktu ke waktu menjadi sebuah ketakutan untukku,
Seperti kunci pintu yang mengurungku dalam tali belenggu sendiri
yang semakin membuat ragu dengan siapa aku akan bersama.
Bersama orang asing diluar sana kah ?
Lalu bagaimana,
ketika yang asing punya kisah yang lebih menarik, mendapatkan senyuman yang lebih menawan
mendapatkan perasaan bahagia dari setiap perhatian,
yang bahkan tak pernah aku berikan kepada siapapun termasuk kamu.
Akankah salah satu dari orang asing itu berakhir kepadaku ?
Aku semakin kacau,
Karenamu juga orang - orang asing itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bayang
PoesíaSemakin aku dalam kesunyian Semakin aku mengingatmu Semakin jelas pula wajahmu, tawamu, suaramu Apapun itu yang melekat padamu hadir tanpa permisi Bukankah kita tak pernah bersatu sebagai sepasang kekasih Sejak awal pertemuan Kau tak memiliki hak u...
