Rupanya, sekarang sudah dipertengahan Juni
Waktu begitu cepat berlalu silih berganti
Seperti baru kemarin kau datang mengetuk hati
Waktu begitu cepat berganti
Begitupun saat kau dan aku memilih untuk pergi
Tak tahu,
Apakah itu saling menyakiti atau bahkan sama sekali tak perduli.
Rupanya, sudah di Minggu kedua bulan Juni
Kini, hujan deras sedang menyapa bumi
Deras, sedang menunjukkan sedih atau justru kasih
Sedang gundah atau justru bahagia karena rindu pada bumi telah pulih
Hujan ini, mengantarkan aku, kamu dan kita pada kenangan yang tersimpan rapih
Menyanyikan senandung yang menenangkan atau justru menambah rindu pada yang terkasih
Rupanya, Juni sudah sejauh ini kita lalui
Hingga malam tiba, hujan baru mereda
Meninggalkan jejak di bumi dan menegaskannya di langit sana
Mempersilahkan Bulan sabit menemani malam kita bersama bintang-bintang tentunya
Keluarlah sebentar, atau cukup kau buka jendela,
Tataplah, lihatlah bulan di langit malam
Masihkah ada dia yang terlihat lebih menawan,
Masihkah ada ?
Rupanya Bulan Juni ini, adalah bulan kesekian
Setelah cerita yang tak tuntas terkisahkan
Selama ini, perasaan yang masih tetap tersimpan
Rapih ? Aku tidak yakin dengan itu,
Otakku selalu mengobrak abriknya
Mencari untuk kembali dikenang
Bahkan hingga Juni ini,
Aku tidak tau bagaimana dengan dirimu
Samakah denganku
atau kau sudah berkasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bayang
PuisiSemakin aku dalam kesunyian Semakin aku mengingatmu Semakin jelas pula wajahmu, tawamu, suaramu Apapun itu yang melekat padamu hadir tanpa permisi Bukankah kita tak pernah bersatu sebagai sepasang kekasih Sejak awal pertemuan Kau tak memiliki hak u...
