Mentemen semua, jangan lupa like-vote-comment ya.. tinggalin kritik, saran, perasaan kalian setelah baca Memories sampai episode ini.
Mohon dukungannya mentemen
❤️❤️❤️
.
.
.
Aku berjalan mengekori Lian ke arah meja makan. Bau harum yang terasa manis mendominasi ruang makan, bahkan sampai tercium dari luar rumah. Aku kemudian duduk dimana aku duduk kemarin saat sarapan. Tak begitu lama, papa Zeus datang menggunakan baju Polo dan celana jeansnya. Papa Zeus menyapa lalu duduk di kursi utama. Kita lalu berbincang-bincang layaknya ayah dengan anak.
"Nizar tinggal di daerah mana?", tanya Zeus.
"Nggak jauh kok om, cuman di Citraland"
"Papa dong, jangan om. Biasain", kata Papa Zeus.
"Iya om-eh pa", jawabku canggung.
"Santai aja Zar, sering-seringlah besok kesini. Atau kita ngomong pake bahasa Jawa biar keliatan lebih deket? Haha"
"Boleh pa, nanti Nizar sering-sering deh kesini. Nggak enak kalok ngomong Jawa ke papa hehe", kataku.
"Alah ngga masalah, santai aja pokoknya di rumah ini. Oiya, kapan-kapan kita pergi olahraga bareng atau mancing bareng ya sama anak-anak yang lain?", tawarnya.
"Wah, mau om-eh pa. Kebetulan Nizar juga suka mancing pa. Biasanya kalok sama ayah Nizar sebulan sekali juga pasti mancing. Ayok deh pa, ntar Nizar ajak ayah Nizar. Boleh kan pa?!", jawabku senang.
"Boleh dong, papa malah seneng dapet relasi baru..."
"Ngomongin apa sih, sampe Bolu mama dianggurin gitu?", mama Metis tiba-tiba datang membawa hasil kue yang dia buat untuk mamaku.
"Ini mah urusan pria, cewek ngga boleh tau. Ya ngga Zar?", jawab papa.
"Iya dong pa, hahaha", jawabku mulai bisa membaur dengan mereka.
"Asik juga", fikirku.
"Ih papaaaa!!! Bukan Nizar loh!!! Hyatt namanya Hyatt.. kita panggilnya Hyatt papaaaaaa, kayak Cair sama Lofa itu lohh ih", kata Aile yang keluar dari dapur menuju meja makan.
"Iya-iya, kan papa ngga tau. Kalian sih ngga briefing papa dulu sebelumnya. Hahaha"
Semua pun tertawa termasuk aku. "Asik" fikirku lagi. Kulihat Lian juga keluar dari dapur dengan membawa susu lalu diletakkannya di sampingku.
"Kalian nih ya, bercanda tapi nggak nungguin Quena! Kan Quena jadi ketinggalan!", marahnya.
"Dih, siapa looo", jawab Aile membuat kikikkan kedua orang tua Lian. Sedangkan aku hanya memperhatikan debatan kedua saudara kandung itu sampai masing-masing dari mereka duduk dan saling diam.
"Sudah-sudah sekarang sarapan, Lian ambilkan untuk Hyatt ya", kata papa.
"Hmmm"
Papa dibuatnya geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, setelah perdebatannya dengan Aile dia ngambek ke semua orang. Tapi lucunya, Lian tetap melaksanakan permintaan papanya.
"Mau makan apa?"
"Quena, yang sopan sayang", kata mama Metis.
"Ck! Iya. Hyatt mau makan apa? Quena ambilin..", katanya.
"Quena? Gue juga panggil lo itu?", tanyaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Memories
RomansCerita ini cerita regresi (alur mundur), menceritakan kisah percintaan remaja menuju dewasa. Konflik menegangkan yang tak tertebak di part akhir cerita Lian yang pertama dan didukung dengan cerita Lian kedua. Mengusung konflik sosial-keluarga diteng...
