Dua hari kemudian sekolah sudah diberangkatkan lagi.
"SUNGHOON KE UKS CEPET!!"
Anak IPA 3 tersentak saat Jiyoon menggebrak pintu kelas sedikit kencang.
"Ngapain?"
Jiyoon menunjuk keluar, "Isa luka!"
Awalnya Sunghoon tidak percaya, "Ah yang bener lo?? masa cewe kaya Isa bisa luka gitu?"
"Dih anjir! gue beneran dan kali ini bukan musuhnya tapi anak cowo kelas Ipa 4 yang uler itu suruh."
Lelaki itu seketika berdiri dan beranjak pergi keluar menuju uks.
"Siapa yang bikin lo luka?" tanya Sunghoon saat sudah dihadapan Isa.
"Kaga tau." jawab Isa cuek, bibirnya sobek moodnya ancur.
Tangan Sunghoon memegang dagu si gadis untuk menelisik lukanya. "Bibir sampai robek gini, astaga."
"Sakit! minggirin ah!" sentak Isa dan Sunghoon langsung melepaskan tangannya.
Atensi si lelaki beralih pada Jiyoon yang ada di belakangnya, "Kasih tau gue, siapa yang bikin luka itu?"
"Kalo gak salah tadi sekilas gue lihat itu, Jisung."
Saat dirinya akan beranjak untuk menemui si Jisung itu, Isa lebih dulu menarik ujung seragamnya.
"Mau ngapain lo?"
"Ngobrol sesama laki."
Isa berdecak, "Kaga! kaga! balik ke kelas aja lo, kaga ada ngobrol ngobrol!"
Sunghoon menghadap Isa kembali, "Cewe gue luka dan itu bukan hal sepele."
"Ya tapi kan gue yang luka! udah gak usah berantem segala!"
"Sebentar doang ini, gak lama kok." bujuk Sunghoon sambil berusaha melepaskan tangan Isa dari ujung kaosnya.
"Gue udah luka ya ini, jangan sampai lo ikutan luka."
Sunghoon mengusak rambutnya kasar. "Yaudah iya gue gak berantem."
"Oke good, sana ke kelas gue mau tidur."
Isa melepaskan pegangan di seragam Sunghoon dan merebahkan diri di ranjang uks.
Sunghoon berjalan keluar uks tapi tidak berbelok ke kelasnya melainkan ke kelas IPA 4.
"Lo yang bikin cewe gue luka kan?" tanya Sunghoon langsung pada Jisung.
Jisung sendiri mengangkat tangannya, "Santai bro, bukan gue tapi noh si uler. Gue cuma lewat aja tadi."
Atensi Sunghoon beralih pada anak cewe yang memasang wajah malu-malu.
"Lo yang tadi bikin bibir Isa luka?"
"Iya! gimana keren kan gue?"
"Atas dasar apa lo nampar cewe gue?"
Mata cewe itu membulat, "A-apa? cewe lo?"
Sunghoon memperlihatkan cincinnya, "Lo pernah lihat Isa pake cincin ini?"
"P-pernah, k-kok bisa??"
"Denger, gue tunangan Isa, dan ini cincin tunangan kita. Jadi kalo lo ada urusan sama Isa langsung aja ke gue."
Setelah mengatakan itu Sunghoon langsung beranjak keluar kelas. Meninggalkan si cewe yang syok dengan ucapannya.
Dan saat itu juga Isa menjadi trending di lambe turah sekolah.
"Anjir kenapa ketawan sekarang sih?? kenapa gak nanti nanti dulu? kalo gini kan gue udah gak bisa main sama si uler." cerocos Isa sebal.
---
go.
KAMU SEDANG MEMBACA
[✔] Young Fience
Fanfictionjadi intinya, kita sama sama nerima © 2021, planetjendral
![[✔] Young Fience](https://img.wattpad.com/cover/266567207-64-k100835.jpg)