Yejun menghela napas panjang melihat bunda dan ayahnya yang saling diam diaman.
"Marahan itu gak baik. Ayah sama bunda bilang ke aku, gak boleh marah lama lama. Ini udah dua hari lho."
Emang pintar banget anak ganteng. Sayang, dia random kaya bapaknya.
"Aku mau main." akhirnya dia memutuskan pergi main dengan tetangga sebelah.
Meninggalkan Sunghoon dan Isa yang saling melempar tatapan tapi tidak lama juga.
"Baikan yuk bun."
Isa melirik dengan ekor matanya. Dia juga tau kalau lakinya lagi frustasi karena yang mulai ngediemin itu ya dirinya.
"Bun.."
Nada frustasi yang terlontar dari mulut Sunghoon, membuat Isa tidak tega tapi masih mau jahil.
"Hm."
"Aah bunda mah ham hem ham hem doang, jangan nyanyi dulu lah."
"Siapa yang mau nyanyi." ketus Isa sambil melanjutkan acara bikin cake.
Pasti permintaan si ganteng dari rahim bunda, Park Yejun.
"Ayo baikan..."
Hening lagi. Mau tidak mau Sunghoon jalan mendekati istrinya itu. "Bun.." panggilnya diselingi colekan pada pipi Isa.
"Jangan ganggu."
"Lah aku gak ganggu, orang cuma mau baikan."
"Gak ada yang mau baikan sama kamu."
Sunghoon langsung mupeng. Mendekatkan wajah ke bahu Isa dan..
"Akh!! digigit dong??!"
Isa menghentikan mengaduk adonan yang sudah jadi. "Sakit tau, doyan gigit kaya vampire."
"Emang vampire."
"Halah. Orang pinguin yang bener."
Ya bener sih. Si Sunghoon kan tahan diatas dinginnya es waktu main skating dulu, sama kaya pinguin.
"Terserah deh, baikan kan kita?"
Isa menggeleng samar dan melanjutkan fokus pada cake. "Kok geleng sih???"
"Terserah dong."
Sunghoon mencebik. Kali ini harus mengandalkan putranya untuk membujuk Isa.
"Yaudah lah." dia beranjak menemui Yejun yang lagi mainan kelereng di halaman depan.
"Oh, udah baikan?"
Yejun menatap ayahnya lekat. "Belum, bunda gak mau ayah ajak baikan. Gimana dong?"
"Kalo gitu... em... biar aku aja yang bujukin bunda."
Anak itu meninggalkan mainannya dan lebih memilih beranjak menemui sang bunda, membujuk.
"Bunda!!!"
Isa menoleh ke belakang sebentar. "Iya, ganteng??"
Dia mengikuti arah telunjuk si anak yang mengarah pada Sunghoon. Duduk di bangku, menjatuhkan bahu lemas.
"Baikan sama ayah ya?"
"Hm??"
Yejun menarik tangan Isa agar menjajarkan badan dengannya. "Kasian ayah, sedih banget."
Isa terkekeh geli. "Bunda udah baikan sama ayah kok, bener deh."
"Tapi tadi ayah bilang bunda gak mau baikan... tapi bagus sih..."
Yejun tersenyum lebar setelahnya. "Ayah bunda udah gak marah lagiiii dooong!!!!"
Itu anak berlari menghampiri Sunghoon yang sekarang merentangkan tangan, menyambut si putra.
---
mau cerita apa lagi hm?
KAMU SEDANG MEMBACA
[✔] Young Fience
Fiksi Penggemarjadi intinya, kita sama sama nerima © 2021, planetjendral
![[✔] Young Fience](https://img.wattpad.com/cover/266567207-64-k100835.jpg)