Isa heran plus bingung sama lakinya yang mana udah jadi bapak anak satu tapi masih aja suka tebar pesona.
"Terus aja teruuus."
Iya, Sunghoon balik lagi ke dia sendiri sambil ngusak rambut pelan. Si Yejun mainan sama Jayoon.
"Apa sih babe?"
".... gak usah ganjen deh."
Mentang mentang banyak anak perawan. Mana pada jejeritan karena si oknum gantengnya kebangetan.
"Idih bunda cemburu."
Isa tergelak. "Ngapain juga? bisa tuh gue tebar pesona sama kumpulan anak itu." katanya sambil menunjuk beberapa remaja cowok.
"Ya jangan dong!"
"Cih."
Sekarang keduanya jadi tontonan anak anak sma disana. Dan Sunghoon, diam diam tersenyum miring.
"Babe."
"Hm?"
Netra lelaki itu melirik sekitar, kemudian bergeser mendekat, menghapus jarak dengan Isa.
"Geseran dikit duh!"
"Gak ah," udah gitu Sunghoon sedikit mundur lalu menumpu dagu di bahu istrinya.
"Geli Hoon, diem kenapa sih?"
10 menit Isa biarkan Sunghoon bermain dengan dunianya sendiri. Sampai akhirnya dia capek.
"Bahu gue kram, minggiran."
Sunghoon mendengus sebal. Dia menyingkir pelan. "Shh, sakit banget dah." rintihnya kala nyeri di punggungnya terasa.
"Kenapa?"
"Kemarin gak sengaja kebentur besi yang ada di gudang."
Isa dengan cepat menyibak kaos lakinya. Benar, di punggung sana ada memar. "Biru gini kenapa gak bilang?"
"Sakit babe ya tuhan."
Itu memar kelihatan banget karena badan Sunghoon putihnya udah kaya kain kafan.
"Bisa bisa nya gitu."
Tidak lama Yejun berjalan kearah mereka sambil melepeh lepeh mulutnya sendiri. "... issss!"
"Bun, asiiin" adunya sambil menunjuk lidahnya.
"Air laut kan emang asin, kenapa di minum segala coba?"
Yejun menghentakan kaki. "Onty tuh yang jilatin jari ke lidahku!"
Isa menggeleng pelan. Mana celana digulung tinggi banget, rambut sama muka sebagian basah.
"Makan permen nih biar ilang asinnya."
Disela sela mengemut permen lolipopnya Yejun mengingat sesuatu. "Bundaa,"
"Iya?" Isa menyahut seraya mengambil tisu basah di tasnya. "Sini duduk depan bunda."
Anak itu menurut. "Mau adik bayi ya?"
Gerakan tangan Isa berhenti saat akan menarik satu lembar tisu begitu juga dengan Sunghoon.
"Adik-- bayi?"
Yejun mengangguk ringan. "Tapi jangan cewek, nanti berisik gak suka. Mau cowok aja."
Isa berdeham pelan. Dia melirik suaminya sekilas karena tau lagi ditatap lekat. "Y-ya boleh, tunggu tapi ya?"
"Oke!"
Habis lah malam ini Isa sama Park Sunghoon. Tenang, cuma bikin adik bayi aja kok.
---
makin gaje ini cerita.
KAMU SEDANG MEMBACA
[✔] Young Fience
Fanfictionjadi intinya, kita sama sama nerima © 2021, planetjendral
![[✔] Young Fience](https://img.wattpad.com/cover/266567207-64-k100835.jpg)