park yejun 15 y.o = kwon yejun (ayden epex)
park nayoung 7 y.o = lee yebin (ulzzang)
---
Delapan tahun kemudian, tidak ada yang berubah. Bahkan sifat sikap tingkah si Yejun yang kini berstatus abang, pun sama aja.
Udah SMA, mana ganteng plus manis lagi. Bibit ayah bunda emang terdebest.
"Bun, adek kenapa harus bergaul sama Jae sih? jadi lupa gender kan dia."
Jadi si adek alias park nayoung (nana) itu lagi mainan pistol boongan punya Jae (temen satu rt)
"Ya biarin siapa tau kan kalo udah gede jadi polwan, bagus tuh."
Yejun mengernyit tidak suka. "Bagus apaan itu sampe guling guling bun???"
"Biarin ah, ganti baju sana. Dari tadi bukannya ganti baju, itu seragam kan masih dipake besok."
"Ish, iya iya."
Ternyata ada yang lebih bar bar dari Isa, yap. Anaknya sendiri, mana keliatan kaya lupa gender beneran.
"Bunda besok mau mancing ya!!!"
"Mancing??!! heh siapa yang ngajakin adek mancing mancing??!" tanya Yejun yang saat itu juga keluar lagi dari kamarnya.
Nana menggaruk pipi tembamnya. "Jae atuh, tapi... tapi bukan mancing ikan kok!"
Isa diam dan berpikir. "Terus mau mancing apa kalo gitu?"
"Keributan!" seru Nana tidak lupa senyum lebarnya, membuat raut watadosnya terpancar.
Yejun mengusap dadanya. "Ya tuhan... gini amat punya adek!"
Tidak lama kepala keluarga (asek) pulang dari kerjaannya dan bingung. Ada apa ini kok di teras rumah pada ribut ribut.
"Kenapa lagi?"
"Tuh anak gadis ayah mau mancing keributan."
Sunghoon mengalihkan atensi pada Nana. "Mancing keributan? siapa yang ngajarin?"
"Jae."
Asal kalian tau aja, Jae sebenernya takut overdosis sama Sunghoon. Kagak tau alesannya apa, kagak jelas juga.
"Adek, mancing keributan itu gak boleh. Nanti kalo ada yang berantem berantem terus luka, kan kasian."
Nana terdiam. Oh iya bener juga, gitu dalam hatinya.
"Y-yaudah deh, gak jadi mancing mancing."
"NAH BAGUS ITU!"
"Abang..."
Yejun berdeham pelan. Dia sayang sih sama adeknya tapi ya rada kesel aja. Mau maunya gitu dibisikin setan cem Jae.
"Iya bun.."
Sunghoon gantian menatap si sulung. "Abang... ganti baju.. masa bawahan udah boxer, atasnya masih baju putih."
Isa yang baru sadar sontak melotot. "Kamu dari tadi udah disuruh ganti kok masih gak jalan???"
"INI MAU GANTI...."
Nana menerjab terus mengendikkan bahu acuh. Dia menarik ujung jas milik ayahnya.
"Apa adek cantik?"
"Gendong!!" pintanya tidak lupa merentangkan tangan lebar lebar.
Setelah Isa mengambil alih tas kerja, Sunghoon langsung membawa tubuh si anak ke gendongannya.
"Ayah hari ini papa Jae ada obatin enam orang sakit lhoo."
"Oh ya?"
"Iya! adek mau juga kaya papa Jae."
"Boleh, tapi inget, belajar yang rajin lagi, biar bisa jadi dokter."
Nana mengangguk antusias. Dia juga tertawa melihat abangnya yang lagi lagi kena marah si bunda,
"Ya maap atuh bunda cantik, orang kan abang gak sengaja."
Ngapain?--- numpahin makanan kucing. Dan Isa ngamuk karena jadi berantakan.
END. TAMAT. UDAH SELESAI.
KAMU SEDANG MEMBACA
[✔] Young Fience
Fanfictionjadi intinya, kita sama sama nerima © 2021, planetjendral
![[✔] Young Fience](https://img.wattpad.com/cover/266567207-64-k100835.jpg)