Sunghoon pulang kerja langsung gas ke sekolah Yejun. Dia menunggu di depan gerbang.
Nontonin anaknya yang jalan kesetanan karena dikejar cewek, mungkin temen kelasnya.
"Kata mami nanti aku main ke rumah kamu, nanti kita main sama sama ya?"
Yejun menggeleng sambil berjalan cepat. "Enggak. Kamu cewek aku cowok, kita main sendiri sendiri aja."
"Ih kok gitu sih!"
Beneran dilihatin aja sama Sunghoon. Mana sambil sedekap tangan.
"Huft! yaudah iya nanti kita main sama sama." kata Yejun saat tangannya ditahan juga mata temannya berkaca kaca.
"Yeay!"
Sunghoon terkekeh kecil. Dia membawa tubuh Yejun ke dalam gendongannya. "Kenapa mukanya murung gitu?"
"Kesel ayah!"
"Sama siapa?"
Yejun menunjuk arah temannya yang sekarang juga dijemput oleh sang papa. "Hyewon."
"Kenapa kesel, cantik gitu Hyewonnya, gak boleh marah marah sama anak cewek."
Sunghoon membawa ke dalam mobil. Tidak lupa sabuk pengaman untuk Yejun.
"Nanti kalo bunda tau, bisa dimarahin lho."
Yejun merengut tipis. Kini pikirannya, kenapa malah bunda yang marah. "Bunda marah?"
"Iya." Sunghoon melirik spion karena akan berbelok kanan, "bunda tuh gak suka anak cowok marah marah gitu, apalagi sama anak cewek."
Anak itu menyenderkan kepala di jendela. Dia mau mau aja main sama Hyewon, tapi masalahnya dia juga gak suka sama anak yang berisik.
"Kok ke kafe?"
"Bunda ada di kafe sampe malem nanti, mau ketemu kan?"
"Mau."
Keduanya beranjak masuk ke dalam kafe yang mana langsung mendapati Isa tengah fokus dengan laptop di hadapannya.
"Bunda!"
Isa sontak menoleh dan melepas kacamata yang sudah lama bertengger di hidungnya. "Gimana sekolahnya--aduh!"
Yejun tertawa saat bundanya meringis karena tubuhnya ditubruk oleh dia.
"Gak enak bun, aku diganggu terus sama si berisik!"
"Si berisik, siapa itu?"
Sunghoon yang sudah mengambil minum dan makan untuk Yejun, ikut menyahut. "Hyewon, anaknya Dawit."
"Oooh, tapi kenapa dipanggil berisik hm?"
Yejun mengangkat bahu acuh kemudian mengambil satu kentang goreng. "Berisik aja, gak suka."
Isa mengambil alih makanan dan disuapkan ke Yejun. "Ada pr dari ibu guru gak?"
"ADA! mewarnai aja sih, tapi itu juga pr kan bunda?"
"Iya, itu pr juga. Nanti abis makan langsung dikerjain, oke?"
"Oke!"
Atensi Isa beralih pada Sunghoon yang kini melakukan kegiatan wajibnya, bengong.
"Makan dulu babe."
Gak ada sahutan. "Kebiasaan banget apa apa bengong." gumam Isa.
Kemudian dia mendekatkan sendok, berniat menyuapi juga. "Makan makan, buka mulutnya."
"Ayah kaya anak kecil aja." sewot Yejun lalu tertawa karena delikan dari ayahnya.
---
duh, angkat aku jadi anggota juga. tapi jangan anggota perbabuan.
KAMU SEDANG MEMBACA
[✔] Young Fience
Fanfictionjadi intinya, kita sama sama nerima © 2021, planetjendral
![[✔] Young Fience](https://img.wattpad.com/cover/266567207-64-k100835.jpg)