11

9.9K 970 159
                                        

Haiii

nunggu tidak???

baru 2 hari padahal ya wkwkwkwk,takut pada mual kalo tiap hari update

jangan lupa vote dan komennya kawan kawan :)

masa bacanya mau,vote komennya engga mau, tega sihh siders itu wkwkwkwkwk

~Happy Reading~

Membuka matanya perlahan, Jihoon mengernyitkan dahinya saat cahaya menyerbu retina matanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Membuka matanya perlahan, Jihoon mengernyitkan dahinya saat cahaya menyerbu retina matanya. Menoleh kesamping, ia menemukan Gadis tengah memunggunginya dilantai beralaskan karpet bulu, tertidur dengan lengannya sendiri menjadi bantalan.

Tak ingin menganggu Gadis, Jihoon turun dari ranjang wanita itu secara hati-hati, berniat ingin buang air kecil, kembali dari toilet, pria itu melirik sekilas kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 8, Jihoon tau bahwa saat ini langit sudah menggelap. Masuk kekamar kostan wanita ini dari jam 3 sore tadi, dikompres hingga dipaksa memakan bubur dan obat oleh Gadis dengan cara tidak ada manis-manisnya lalu terakhir wanita itu menyuruhnya tidur hingga baru bangun saat ini, Jihoon tersenyum kecil saat matanya kini melihat wajah damai Gadis yang tengah terlelap, membandingkan ekspresi wajah Gadis ketika keadaan bangun,jelas sangat jauh, wanita itu lebih sering menunjukan raut kesalnya dan yang paling Jihoon sukai adalah ketika Gadis sudah tersenyum menggoda, jantungnya bisa seperti lari marathon dibuat oleh senyum itu.

Berniat ingin pulang kembali keapartnya, tapi tak tega membangunkan wanita yang sudah merawatnya ini, bahkan Gadis sampai rela tidur dibawah, padahal Jihoon jelas tahu, Gadis juga lelah karena baru sama-sama sampai dari luar kota.

Menghembuskan nafasnya pelan, Jihoon kini memilih ikut merebahkan dirinya disamping Gadis, menatap lekat pada wajah damai Gadis yang begitu menarik bagi Jihoon, tangannya kini terangkat kearah wajah Gadis dengan jemarinya perlahan menelusuri lekuk wajah wanita itu. Mulai dari alis, bulu mata lentik Gadis, hidung, dan yang paling menarik bagi Jihoon adalah bibir ranum Gadis. Dielusnya lama bibir itu dengan ibu jarinya, membuat sang empunya bibir merasa terusik dan kini membuka matanya secara perlahan hingga akhirnya manik keduanya bertemu.

"Lo kok dibawah sih jii,masih anget ga?" tanya Gadis dengan suara seraknya, tangannya terulur kearah dahi pria dihadapannya ini.

"udah turun, masih pusing ga?" tanya Gadis lagi, kembali menatap mata juniornya ini.

"makasih yaa" ucap Jihoon lembut dengan senyum kecil yang membuat jantung Gadis malah berdegup tidak karuan hanya karena melihat senyum dan mendengar suara pria dihadapannya saat ini.

"hmmmm, lo pulangkan?" tanya Gadis mengalihkan gugupnya.

"lo ngusir gua?"

"ga enak sama yang laen jii...bisa sih bebas disini,tapi ya ga sampe nginep juga" jelas Gadis,tak ingin pria itu tersinggung dengan pertanyaannya tadi.

Having a Baby - Park Jihoon (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang