jangan lupa Vote dan Komennya :), jangan jadi siders yaaa ;) pembaca yang baik itu tau cara menghargai penulisnya, kecuali mereka ga punya perasaan hahaha :')
Vote 300 dan Komen 100, langsung update chap selanjutnya :)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terbangun dipagi hari mendapati Jihoon berada disampingnya adalah hal yang Gadis bingungkan pagi ini, mengerjap lambat seraya pikirannya kembali melayang pada subuh tadi, dimana Jihoon datang, mereka berpelukan... Jihoon makan lalu tertidur saat Jihoon sedang menyeritakan tentang keluarganya.
Kini ia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul sepuluh pagi, untung hari ini Sabtu, jadi keduanya libur bekerja.
"Ji...." panggil Gadis pada pria yang masih saja betah memeluk pinggangnya ini.
"hmmm" gumam singkat pria itu dan kini membelakangi Gadis menghadap kearah dinding kostan.
"bangunnn" seru Gadis yang tersenyum penuh arti memandang punggung telanjang pria itu, lalu jemarinya kini bermain membentuk pola tidak teratur pada punggung itu.
Gadis sempat kaget dengan kebiasaan Jihoon yang baru ia ketahui, bahwa pria itu tidak bisa tidur jika tidak melepas pakaian atasnya, seperti saat ini, Park Jihoon gemar sekali bukan menggoda iman Gadis???
"diem kak, nanti gua gas lo nangis, tapi kerjaannya mancing mulu" ujar Jihoon dari balik tubuhnya dengan suara serak pria itu.
"bangun, lo dateng kesini ga Cuma buat tidurkann?" kesal Gadis yang kini mengubah posisinya menjadi duduk dan langsung meminum air dari gelas diatas nakas.
Merasakan pergerakan dari sampingnya, Gadis melirik Jihoon yang kini kembali menghadap kearahnya, dan mengecup singkat pada pinggangnya, sebelum akhirnya mengubah posisinya ikut menjadi duduk.
"morning nyonya park" ucap Jihoon lalu mengecup singkat samping kepala mantan seniornya ini.
"sejak kapan gua punya marga park?" tanya Gadis sewot walau dalam hatinya berdebar tak karuan.
Dipanggil nyonya park???? Hahaha, Park Jihoon selain pandai menggoda iman, ternyata juga pandai membuat jantung Gadis bertalu dengan hebatnya.
"sebentar lagi, lo dan anak anak kita" bisik Jihoon disamping kuping Gadis yang memutar bola matanya malas.
"mulut lo bau" kesal Gadis dan beranjak dari ranjangnya, tak lama disusul Jihoon yang mengekori Gadis kearah dapur mini kostan wanita itu.
"asli capek banget gombalin ni satu cewe" cibir Jihoon yang mengambil gelas lalu menuangkan air putih dingin yang ia ambil dari dalam kulkas Gadis.
"gua udah ga mempan digombalin, sono gombalin Karina" Gadis beralih kearah kamar mandi lalu mencuci wajah dan menggosok giginya, tak lama ia keluar dengan wajah yang lebih segar dan mendapati Jihoon yang kini kembali berbaring diatas ranjangnya dengan posisi tertelungkup.