soal GA... jangan ditanya deh ya~ wkwkwk kesel kesel dah kalian
warning 17+
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Melangkah lebar memasuki kamarnya, Jihoon melepas begitu saja jas serta dasi yang melekat pada bajunya, memejamkan mata saat rasa sesak itu kian menjadi begitu mengingat bagaimana Gadis yang terisak dalam pelukan seorang Yoshi yang Jihoon ketahui pria itu merupakan yang ditakuti Gadis sejak dulu.
"gua ga ngerti, sebenernya mau lo apa sih kak" gumam pria itu seraya menutupi matanya menggunakan telapak tangannya.
sesaat kemudian ia melangkah memasuki kamar mandi seraya melepas pakaian yang melekat pada tubuhnya dan melemparnya asal ke lantai kamar luasnya itu.
---oOo---
"lo ga usah masuk dulu ya dis" seru Lisa saat ia sudah berada didalam kamar inap sahabatnya itu, dikabari oleh Hanbin bahwa Gadis berada dirumah sakit pagi ini.
"seminggu lagi lis, nanggung" balas Gadis dengan suara seraknya seraya memejamkan matanya saat merasakan perutnya begitu bergejolak ingin mengeluarkan apapun yang ia telan tadi.
"dis, lo kenapa?" tanya Lisa begitu khawatir namun hanya mendapat gelengan kepala Gadis yang membelakanginya kemudian.
"gapapa, mual biasa kok, makasih ya... maaf juga udah ngerepotin lo" seru Gadis dengan suara bergetarnya yang dapat Lisa dengar, karena tak lama ia melihat bahu sahabatnya itu bergetar hebat.
"Dis..." gumam Lisa sambil mengusap bahu Gadis pelan.
"lo pulang aja lis... gu-gua"
"Gadis" Lisa yang tidak tahan mendengar suara isak tangis Gadis kini menarik tubuh sang sahabat agar menghadapnya, dan bisa ia lihat lelehan air mata yang membanjiri pipi sahabatnya itu, membuat hati Lisa seakan ikut terasa diremas melihatnya.
"lo kenapa? cerita sama gua, Jihoon? Yoshi? atau siapa dis... jangan diem aja" desak Lisa dan menarik pelan Gadis kedalam dekapannya.
isak tangis Gadis semakin kencang dan Lisa tidak tahu apa yang membuat Gadis semakin terisak seperti ini.
Lisa seolah tercekat mendengarnya, tau bahwa itu sudah hal yang mustahil, mengingat kemarin Jihoon baru saja diangkat menjadi pengganti Rose diperusahaan tempat mereka bekerja.
"gua telponin Jihoon ya dis..., gua suruh dia kesini, berenti nangis oke.." ucap Lisa berusaha menenangkan namun dahinya mengerut bingung saat Gadis malah menggeleng dipundaknya.
"jangan" balas Gadis lemah.
"kenapa?"
"gua ga mau dia dikasarin lagi sama bokapnya, dia... terlalu baik, gua ga sanggup liat dia luka cuma gara gara gua"