19

6.2K 679 183
                                        

Haiii... adakah yang rindu cerita ini???

Jangan lupa Vote dan Komennya mantemannn :)

siders... serius kalian ga menghargai sekali :'(

~Happy Reading~

"gimana diss?" tanya Hanbin saat melihat Gadis baru saja kembali dari ruang meeting dilantai 2

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"gimana diss?" tanya Hanbin saat melihat Gadis baru saja kembali dari ruang meeting dilantai 2.

"gilaa sih bin, itu mereka jago jago banget" Gadis mendudukkan dirinya disalah satu kursi meja panjang.

"gua bilang juga apa" Hanbin seolah membanggakan dirinya, dan mendekati Gadis guna melihat kertas hasil test.

"oke, sekarang mereka masih dibawah?" tanya Hanbin saat melihat jam dinding yang menunjukkan pukul setengah sebelas pagi.

"masih, tinggal interview sama lo doang kan?" tanya Gadis melirik sekilas Hanbin yang kini mulai serius menatap kertas hasil test.

"hmmm... gua kebawah dulu ya" Hanbin kini bangkit berdiri dan pergi meninggalkan Gadis sendiri diruangan, karena Ajun yang pergi bertemu klien bersama Jinan.

Bangkit dan melangkah kearah kubikelnya, Gadis melirik kubikel sampingnya yang kosong, merasa tiba-tiba sesak menyerang dadanya karena mengingat sosok pria yang selalu menemaninya dulu.

'masa gua kangen lo mulu jii' batin Gadis sendu, lalu mendudukkan dirinya setelah itu.

---oOo---

"kamu udah baca semua hasilnya?" tanya Teddy begitu melihat Jihoon memasuki ruangannya dengan berbagai map ditangan pria itu.

"udah, dan saya agak kurang setuju dengan desain bagian dapurnya, terlalu tertutup, sedangkan dapur itu perlu ruang agak terbuka" jawab Jihoon seraya duduk dihadapan Teddy, yang kini tersenyum penuh arti menatap anak bossnya itu.

"bagus ji..., kamu sudah dikit mengerti bagian bagian yang penting dalam bangunan"

Jihoon yang mendengarnya hanya tersenyum, dan kini melirik pintu yang terbuka, menampilkan Nancy dengan pakaiannya yang memang selalu pas tubuh itu mendekat pada meja Teddy lalu menyerahkan beberapa tumpuk kertas diatas meja.

"sudah saya ambil salinannya pak, dan ada yang masih dicari sisanya" ucap Nancy dengan gaya kakunya, jelas sangat berbeda saat menggoda Jihoon yang menatap lekat Nancy saat ini, mengingat kegiatan mereka diruangannya waktu itu, hanya permainan lidah, karena setelahnya Jihoon mengusir wanita itu dengan kalimat yang amat kejam.

'berhenti godain gua, atau posisi lo ga bakal aman dikantor ini, bitch'

mengingat itu, membuat Jihoon tersenyum setengah, karena setelah hari itu, Nancy benar-benar tidak berani lagi menyapa bahkan meliriknya sekali saja, tentu saja itu berkat bantuan Teddy yang memberi sekretarisnya itu surat peringatan yang diminta Jihoon.

Having a Baby - Park Jihoon (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang